nyissss
- Reads 14,903
- Votes 568
- Parts 166
Qin Ziheng melakukan transmigrasi. Ia terseret ke dunia binatang dan dibopong kembali ke dalam gua oleh seorang sub-beastman. Sub-beastman bernama Mao Xiaoshu ini wujud aslinya adalah seekor kucing oren besar, dan terkenal sebagai "si bodoh" di Suku Bulu. Kalau sub-beastman lain serba bisa dan pandai mengurus rumah tangga, Mao Xiaoshu justru serba gagal dan lahap banget, makanya sudah dewasa tapi belum ada beastman yang mau meminangnya.
Dalam alur takdir semula, Mao Xiaoshu akan mati sendirian di musim salju saat berusia 19 tahun. Sekarang Qin Ziheng sudah menempati tubuh itu, belum sempat mencerna kenyataan ini, ia sudah diberi tahu bahwa musim salju akan segera tiba.
Melihat gua yang kosong melompong (tikus saja pasti geleng-geleng lihatnya), sub-beastman yang lengket banget sama dia, serta suku yang miskinnya bukan main, Qin Ziheng memberanikan diri untuk pergi berburu. Kalau tidak menimbun makanan, mustahil bisa bertahan melewati musim salju.
Belakangan, tidak punya mangkuk? Dia buat.
Tidak punya tempat tidur? Dia buat.
Tidak punya ember? Dia buat.
Tidak punya ladang? Dia pikul cangkul dan buka lahan, tanam sayur dan biji-bijian.
Tidak punya ayam atau bebek? Dia ternak.
Untungnya, sub-beastman yang cuma jago ngangetin tempat tidur dan mengeong ini mau diajak kerja, tenaganya juga besar, dan rajin ngikutin ke mana-mana.
Rumah tangga perlahan membaik. Beastman di suku mulai berdatangan, cuma mau tanya cara Qin Ziheng melakukannya. Mereka juga ingin bertani dan beternak. Qin Ziheng suka mengelus bulu, gampang banget! Mereka nggak punya apa-apa kecuali bulu. Semua berubah jadi wujud asli: kelinci, harimau, macan tutul, kucing, serigala. Mereka jonjot pantat ke atas, minta dielus Qin Ziheng, berharap bisa diajari bertani. Eh, baru mau jonjot, si "bodoh" terkenal suku itu sudah keluar bawa tongkat, galak banget: