ghieachoi
Tahun 1528, di bawah pendar bulan biru Hanyang, pembunuh berdarah dingin Park Yeong dijatuhi kutukan abadi. Buntut dari tragedi pembantaian politik Dinasti Joseon, ia dihukum untuk bernapas selamanya dengan luka membusuk di dadanya-sebuah ganjaran atas dosa darah yang tak terampuni.
Lima ratus tahun berlalu, Yeong kini berdiri sebagai pemilik Hotel Blue Moon di Seoul modern. Tampil tampan, dingin, dan dinginnya luar biasa, pria bertubuh jangkung ini sebenarnya memendam kejenuhan berabad-abad yang sering membuatnya bertingkah absurd dan mudah meledak-ledak.
Kehidupan monoton Yeong mendadak runtuh saat kehadiran Lee Hwa Rim, resepsionis baru bergaun anggun yang cerdik dan tak pernah gentar menghadapinya. Lahir dari garis keturunan dukun yang berusaha lepas dari takdir, Hwa Rim memiliki mata batin yang mampu melihat roh-roh gentayangan di Hotel Blue Moon termasuk entitas kegelapan yang menempel pada Yeong.
Saat sentuhan pertama mereka memercikkan setruman misterius yang meredakan rasa sakit ratusan tahun di dada Yeong, benih romansa dewasa yang intens pun menyala. Namun, di balik flirting dan dinamika panas di antara mereka, teror horor masa lalu mulai bangkit. Arwah-arwah korban pembersihan tahun 1528 menuntut balas dan menjadikan Hwa Rim sebagai sasaran utama.
Ketika takdir masa lalu menagih nyawa dan bahaya gaib kian mengepung, mampukah Park Yeong melepaskan kutukannya tanpa harus kehilangan wanita yang telah menghidupkan kembali hatinya?