xxryy-10
- Reads 631
- Votes 111
- Parts 6
Tidak semua rumah adalah tempat pulang.
bagi Ice, rumah hanyalah kumpulan suara teriakan, tuntutan, dan kata-kata yang tak pernah benar-benar ia mengerti.
ia hidup, tapi tidak pernah merasa ada.
sampai suatu ketika, Blaze datang... dengan cara bicara yang seenaknya, dan tatapan yang seolah bisa melihat sesuatu yang bahkan Ice sendiri tidak sadari. retakan yang perlahan membesar di dalam dirinya. namun, tidak semua yang datang membawa hangat... berarti akan menetap.
karena pada akhirnya,
ada perasaan yang terlalu dalam untuk diungkapkan,
dan ada hati yang selalu merasa...
tidak pernah cukup.