Remaja
2 stories
Boo&Ay [TAMAT] by FitriWahyuni498
FitriWahyuni498
  • WpView
    Reads 2,435
  • WpVote
    Votes 156
  • WpPart
    Parts 60
Ini bukan sekedar cerita cinta yang penuh kebahagiaan melainkan, persahabatan, kekeluargaan, obsesi dan dendam yang begitu mendalam. Ilmi dan Dion harus bersabar menerima berbagai rintangan yang ada dalam hubungan mereka, melalui segala hal untuk mencapai kebahagiaan mereka walaupun sekedar sementara. Sehingga dimana Ilmi yang merasa lelah dan ingin mengakhiri semuanya, namun Dion terus membantu gadis itu bangkit dengan segala upaya yang laki-laki itu lakukan. ><>< "Gue bakal nerima lo, tapi ada syaratnya...." "Apa?" "Beliin gue Boba setiap hari...." **** "Makanya tumbuh keatas, bukan kebawah!" "Bacot lo ah!..." **** "Boleh nggak kalau gue nyusul lo? Gue kesepian di sini..." "...." _______________ SELAMAT MEMBACA, SEMOGA KALIAN TERHIBUR.😊
Gadis Donat [On Going] by FitriWahyuni498
FitriWahyuni498
  • WpView
    Reads 764
  • WpVote
    Votes 55
  • WpPart
    Parts 16
Adhiba Solara, seorang gadis berhijab yang memiliki semangat dan impian besar untuk menjadi penulis terkenal. Di samping kesibukannya menulis, Adhiba juga memiliki merupakan vanatik yang menyukai berbagai jenis donat dengan rasa yang lezat dan variatif. Meskipun dikenal sebagai gadis berhijab yang anggun dan sopan, Adhiba Solara tetap mempertahankan sifat santai dan lincah yang sudah menjadi ciri khasnya. Adhiba Solara memiliki luka psikologis yang masih terbawa dari pengalaman masa lalunya, terutama terkait dengan hubungannya dengan pria. Pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam dan membuatnya lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan lawan jenis. Meskipun memiliki kakak laki-laki yang penyayang dan selalu memberikan nasihat bijak, Adhiba tidak bisa menghilangkan perasaan was-was dan kehati-hatian saat berinteraksi dengan pria lain. Pengalaman masa lalu itu masih terpatri dalam ingatannya, membuatnya menjaga jarak dan bersikap lebih berhati-hati. Saat berdiri di depan toko donat favoritnya, Adhiba tidak sengaja terpaku pada dirinya di cermin toko. Ia tersenyum masam, memikirkan tubuhnya yang relatif pendek. Tiba-tiba, suara hangat dari belakangnya membuat Adhiba tersentak. "Nggak apa-apa kamu pendek, yang penting hidup!" sahut seorang pria dengan senyum ramah. "Kamu lucu, dan saya suka!"