purana
48 stories
Pedang Keadilan II by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 88,459
  • WpVote
    Votes 1,843
  • WpPart
    Parts 55
Dalam kisah Pedang Keadilan bagian pertama dikisahkan bagaimana kawanan jago dunia persilatan dibuat kocar-kacir oleh kehebatan ilmu silat Seebun Giok Hiong, bahkan sebagian jago terpengaruh oleh ilmu hipnotis hingga takluk kepada pendekar wanita tersebut. Beruntung sekali di saat terakhir muncul Pek Si Hiang menyelamatkan jiwa mereka, bahkan berhasil membuat Seebun Giok Hiong berjanji tak akan mengganggu para jago dalam tiga bulan mendatang. Untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi Seebun Giok Hiong tiga bulan kemudian, di mana jago perempuan itu telah mengancam akan menumpas mereka semua, para jago telah berpamitan kepada ketua Hian Thian Kau dan Ciu Huang sekalian untuk kembali ke perguruan masing-masing guna mempersiapkan diri. Bagaimana kisah selanjutnya? Selamat membaca....
Badik Buntung - Chin Tung by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 276,084
  • WpVote
    Votes 5,347
  • WpPart
    Parts 108
Awalnya hendak meminta Badik Buntung, senjata peninggalan dari orang tuanya yang telah meninggal kepada seorang teman ayahnya membuat Hun Thian Hi menjadi musuh Rimba Persilatan. Tanpa sengaja menerima sebuah ilmu sesat dari seorang tokoh Iblis membuatnya menjadi target dari tokoh persilatan yang mendendam kepada pemberi ilmu itu. Perseteruannya dengan seorang tokoh sakti yang selalu mengendarai burung dewata membuat Hun Thian Hi harus melarikan diri dan bersembunyi untuk melatih ilmu pedang yang sakti. Atas anjuran seorang tokoh sakti Hun Thian Hi akhirnya menyembunyikan dirinya di Thian Bi Kok sebuah negara asing yang terpencil dari tanah Tionggoan, bekerja sebagai Guru Mengajar dari anak seorang Jendral sampai akhirnya menjadi Komandan Penjaga Istana (Gim Li Kun). Perjalanan asmaranya yang melibatkan banyak gadis cantik sampai putri kerajaan pun pernah dialaminya.... Akhirnya penyamarannya terbuka membuat Hun Thian Hi harus meningalkan Kerajaan tersebut dan kembali mengelana ke dataran Tionggoan, membalas dendam kematian orang tuanya dan membuka misteri dari Badik Buntung tersebut.
KISAH PENDEKAR BONGKOK (seri ke 17 Bu Kek Siansu) by MahaSilat
MahaSilat
  • WpView
    Reads 38,040
  • WpVote
    Votes 222
  • WpPart
    Parts 33
(seri ke 17 Bu Kek Siansu) Jilid 1-33
Pendekar 100 Hari by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 133,500
  • WpVote
    Votes 2,238
  • WpPart
    Parts 88
Suatu peristiwa aneh telah terjadi. Kho Ing-ti diam saja, tak menangkis maupun menghindari sehingga lengannya tertusuk dan darahnya menyembur keluar. Tetapi Hun-ing pun terkapar rubuh di bawah kaki Kho Ing-ti. Rupanya nona itu juga terkena sebuah pukulan. Saat itu digunakan oleh Siau Lo-seng untuk meronta dan melepaskan diri dari tangan Kho Ing-ti. Rupanya Kho Ing-ti marah karena lengannya terluka dan Siau Lo-seng dapat lepas. Dengan geram ia mengangkat kaki dan hendak menendang Hun-ing yang tak ingat diri itu. "Perempuan hina, engkau cari mampus!" Siau Lo-seng terkejut. Cepat ia taburkan pedang Ular Emas ke arah Kho Ing-ti. Tetapi tiba-tiba sesosok bayangan melayang lebih cepat dari taburan pedang Ular Emas itu. Terdengar jeritan nyaring mengerikan dan Pedang Ular Emas itupun sudah menyusup ke dada orang itu. Dia roboh terkapar di tanah. "Ui locianpwe, engkau......" tiba-tiba pula Siau Lo-seng menjerit kaget. Ternyata sosok tubuh yang melayang ke tengah gelanggang untuk menghalangi pedang Ular emas itu, bukan lain adalah Dewi Mega Ui Siu-bwe sendiri. Tidak seorangpun yang tahu mengapa Dewi Mega bertindak sedemikian anehnya. Mengapa ia mengurbankan diri untuk melindungi Kho Ing-ti. Hiat Sat Mo-li, Cu Li, kedua murid Dewi Mega serempak munghampiri dan berlutut di muka Dewi Mega seraya menangis. "Suhu, mengapa suhu berbuat begitu......?" Tiba-tiba Siau Lo-seng berteriak keras: "Ui locianpwe, aku harus mati, aku telah keliru membunuh locianpwe." Sekonyong-konyong Dewi Mega menggeliat dan paksakan membuka mata, tersenyum sayu.
Pendekar Kidal (Cin Cu Ling) - Tong Hong Giok by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 289,010
  • WpVote
    Votes 6,532
  • WpPart
    Parts 110
Lenyapnya Tong Thian Jong, tertua keluarga Tong di Sujwan yang terkenal dengan ilmu senjata rahasia dan racunnya serta Un It Hong, tertua keluarga Un di Ling Lam yang terkenal dengan obat bius dan wewangian yang memabukkan, yang terkait dengan "CIN CU LING" (firman mutiara) menggemparkan dunia "Kang-ouw". Ling Kun Gi berkelana berbekal tiga jurus ilmu pedang Hwi Liong Kiam Hoat warisan keluarganya yang tidak lengkap dan ajaran gurunya Hoan Jiu Jilay (Budha Kidal) seorang hwesio "pemberontak" dari Siaulim Si untuk mencari ibunya yang turut lenyap. Dalam pengembaraannya ia banyak terlibat dengan pelbagai urusan yang menegangkan dan berkenalan beberapa orang gadis cantik seperti putri dari keluarga Tong, Un, Pangcu Pek Hoa Pang. Ia berhasil mengetahui juga dibalik peristiwa mutiara Cin Cu Ling yang terkait sebuah perkumpulan pembela negara dimasa lampau yang dikejar-kejar pemerintah pada saat ini dan terbunuhnya ayahnya. Akhirnya ia berhasil menguasai secara lengkap Hwi Liong Kiam Hoat dan membasmi penghianat yang menyebabkan terbunuhnya ayahnya dan memperistri 4 orang gadis cantik yang dikenalnya selama pengembaraannya.
Medali Wasiat (Xia Ke Xing/Ode To Gallantry) - Jin Yong by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 127,720
  • WpVote
    Votes 2,131
  • WpPart
    Parts 48
Sepasang utusan "Pengganjar & Penghukum" menggetarkan kang ouw! Mereka mengundang setiap ketua perguruan untuk datang ke pulau Hiap Kek. Tidak ada satupun yang dapat melawan. Dunia Persilatan terjerumus dalam kekacauan karena setiap orang yang pergi ke sana tidak bisa pernah kembali! Agar terhindar dari bahaya, pendekar Bu lim memperebutkan mestika bernama "Hian Tiat Leng". Konon pemiliknya Cia Yan Khek bersedia mengabulkan permintaan orang yang memiliki medali tersebut. Seorang pemuda terlantar berhasil menemukan medali tersebut, dan tanpa disadarinya akan membuat hidup selanjutnya akan berbeda. Dikarenakan Kau Cap Ceng pemuda yang menemukan medali tersebut membuatnya harus mengkuti sang tokoh sakti Cia Yan Khek. Boneka lempung yang diberikan Cia Yan Khek ternyata berisi ilmu sakti dari golongan Budhisme "Lo Han Hok Mo Sin Kang" sebuah ilmu simpanan yang paling sakti dari Tat Mo Couw Su pediri Siauw Lim Pay. Hal ini tidak diketahui Cia Yan Khek yang mengira itu hanya mainan biasa. Lima tahun kemudian ketika ia baru turun gunung tanpa disengaja ia masuk ke dalam sebuah permandian dan disana ia bertemu seseorang yang wajahnya mirip dengannya. Dalam suatu peristiwa ia dikerjai hingga pingsan dan ketika terbangun ia sudah ada di perkumpulan Tiong Lok Pang dan dianggap sebagai ketua perkumpulan. Bagaimanakah kisahnya sampai jagoan lugu dan polos ini bisa bersahabat dengan utusan "Pengganjar & Penghukum" yang sangat ditakuti ini, dan munculnya orang-orang partai Swat San Pay yang terus mengejarnya untuk dibunuh? Apakah rahasia sebenarnya dari pulau Hiap Kek? Dan siapakah sebenarnya pemuda yang wajahnya mirip dengannya itu? Cerita ini sangat bagus dan merupakan salah satu kisah favorit cayhe. Bahkan telah beberapa kali diadopsi dalam serial wuxia mandarin.
Pedang Tanduk Naga - Sin Liong by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 93,400
  • WpVote
    Votes 1,453
  • WpPart
    Parts 44
Ia menulis dalam sebuah buku, kemudian berseru melayangkan pengumuman lagi: "Pertandingan selanjutnya antara kepala cabang di kota Tiang-siu, Busur Emas Peluru Perak Long Thocu, melawan ketua cabang dari Kong-ciu yang Tongkat Besi Tua Cia Thocu." Pada deretan tempat duduk yang tak berapa jauh dari tempat Gin Liong, bangkit seorang lelaki tua berumur 50-an tahun, mengenakan pakaian ringkas warna abu2, memegang sebatang tongkat besi yang berat, lalu berjalan menuju ke lapangan. Kemudian seorang wanita muda cantik berusia 26-27 tahun dalam pakaian ringkas warna hijau, membawa busur warna kuning emas, segera meloncat turun ke gelanggang. Pada saat itu Yu Ting Su pun menghampiri tempat Gin Liong dan Yok Lan, memberi salam dan berkata dengan tertawa: "Atas titah kaucu, saudara berdua diminta duduk di panggung kehormatan." Ketika Gin Liong berpaling memandang ke atas panggung, ketua Thian-leng-kau Hong-hu Ing dan adik perempuannya Hong-hu Yan memberi anggukan kepala kepadanya, Gin Liong pun balas mengangguk lalu mengajak Yok Lan naik titian ke atas panggung kehormatan. Sambil menyertai, Yu Ting Su berkata: "Saudara berdua benar2 pegang janji. Kaucu tak mengira kalau saudara akan datang begini cepat. Lalu mana nona yang seorang itu?" "Ah, nona Tio terpaksa pulang dulu karena ada urusan," kata Gin Liong. Ketika masuk ke panggung kehormatan, berpuluh2 jago Thian-leng-kau serentak menyisih memberi jalan, Hong-hu Ing sendiri pun segera berbangkit, diikuti oleh seluruh anak buah Thian-leng-kau. "Aku yang rendah Hong-hu Ing, tak tahu kalau Siau-sauhiap dan nona Ki berkunjung kemari sehingga tak keluar menyambut sendiri, harap suka memaafkan," kata Hong-hu Ing menyambut kedua tamunya.
Lembah Merpati - Chung Sin by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 141,680
  • WpVote
    Votes 2,130
  • WpPart
    Parts 60
Ceritanya sederhana, tentang seorang Anak Angon (gembala) yang bernasib baik dan berjiwa asih berjuang untuk menegakkan keamanan dan keadilan di Sungai Telaga yang dikacaukan oleh Penguasa Lembah Merpati yang sangat lihay namun khianat. Di dalam menghadapi setiap bahaya dan kesulitan, si Anak Angon selalu didampingi oleh pendekar wanita cantik, namun pada akhirnya Si Anak Angon tetap memilih Si .........
Pendekar Negeri Tayli (天龍八部~Thian Liong Pat Poh) - Jin Yong by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 297,023
  • WpVote
    Votes 3,803
  • WpPart
    Parts 89
Pada Pendekar Negeri Tayli ada 3 tokoh utama yaitu Toan Ki (Duan Yu) Pangeran dari Negeri Tayli, Siau Hong (Qiao Feng) yang adalah ketua Partai Pengemis sekaligus pemimpin dunia kangouw tanpa tanding, dan Hi Tiok (Xu Zhu) seorang biksu Shaolin yang welas asih. Yang satu pangeran, yang satu pahlawan, yang satu biksu. Identitas 3 orang ini tidak sama, pengalamannya tidak sama, sifatnya tidak sama tetapi muncul pada panggung yang sama, digabungkan dengan baik, saling kontras, menambah perbedaannya, juga mengalir dengan lancar. Teknik struktur dan penggambaran tokoh semacam ini menciptakan teknik narasi baru pada cerita silat.
Kembalinya Ilmu Ulat Sutra (Huang Ying) by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 36,378
  • WpVote
    Votes 652
  • WpPart
    Parts 15
Catatan Penulis (Huang Ying) Beberapa tahun yang lalu aku pernah menulis sebuah buku berjudul 'Tian-can Pian' (Pendekar Ulat Sutra) sebenarnya strukturnya sangat padat. Tapi ketika ingin menyusun kembali menjadi sebuah film, setelah mengurangi dan menambahkan masukan dari beberapa orang maka penyusunannya menjadi kurang bersemangat. Sebab kadang-kadang aku masih terasa ketinggalan jaman, kadang-kadang juga karena ada alasan lain, maka aku mengubah dan mengubah lagi, terkadang dengan cerita awalnya menjadi lain. Sebenarnya Tian-can-sin-kang (Ilmu lwee-kang Ulat Sutra) ini ilmu silat apa? Dan dari perkumpulan mana ilmu ini datangnya? Aku punya pikiran aneh, maka aku merangkainya menjadi sebuah cerita dan kuberi nama 'Pian-si-liong' (Naga Berubah Warna), tapi karena ada bermacam-macam alasan di antaranya ada perasaan kecewa dengan sifat manusia, maka aku lama tidak meneruskan penulisannya. Suatu kali secara tidak sengaja aku menyampaikan keinginanku kepada pemimpin sebuah perusahaan film, bahwa aku bermaksud menyusun cerita ini menjadi sebuah film, nyata hal ini membuat semangat menulisku jadi berkobar kembali. Setelah beberapa kali mengoreksi jadilah serangkaian cerita padat. Mungkin ini bukan cerita yang sangat bagus, tapi aku percaya masih berharga untuk dibaca, sebab ini adalah karya dari seorang penulis buku silat yang telah menulis selama 10 tahun lebih. Aku yakin aku tepat memilih topik kali ini. Sebuah cerita silat yang belum pernah dibaca oleh pembaca. Tokoh yang sangat dikenal pembaca hanya satu... Wan Fei Yang.