mocaaaj
Kale Lingga tidak pernah suka hal-hal yang terlalu ramai. Ia lebih nyaman hidup di balik buku, jadwal rapi, dan rutinitas yang tidak berubah.
Sampai kepanitiaan festival fakultas mempertemukannya dengan Mata Jovela, mahasiswi DKV yang memotret segalanya. Langit sore. Kursi kosong. Gorengan di meja rapat. Orang-orang yang tertawa tanpa sadar sedang diperhatikan.
Awalnya Kale mengira Mata hanya terlalu nyentrik untuk dipahami. Tapi semakin lama mereka menghabiskan waktu bersama, ia mulai sadar bahwa ada alasan kenapa Mata selalu membawa kamera dan buku catatan kecil ke mana pun pergi.
Karena beberapa kenangan, kalau tidak segera disimpan, akan hilang selamanya.
Dan beberapa orang... datang ke hidup kita hanya untuk mengajarkan bagaimana rasanya ditinggalkan perlahan-lahan.