oddperson123
Sigit datang ke ibu kota dengan satu mimpi sederhana: hidup dari apa yang ia cintai. Sejak kecil ia percaya garis dan warna bisa menyelamatkannya, namun kota menyambutnya dengan kamar sempit, surel lamaran yang tak pernah dibalas, dan hari-hari yang semakin sunyi. Ketika mimpi mulai terasa mahal dan tubuh perlahan menyerah, Sigit dihadapkan pada pilihan paling pahit: terus bertahan, atau mengikhlaskan diri tenggelam dalam kerasnya ibu kota.