Minsa's Reading List
2 historias
We, the Currency por minsatunolsatu
minsatunolsatu
  • WpView
    LECTURAS 117
  • WpVote
    Votos 35
  • WpPart
    Partes 5
Lili hanyalah seorang gadis biasa yang hidup tanpa banyak harapan. Namun, tepat pada ulang tahunnya yang ke-21, sebuah peristiwa di luar nalar merenggut realitasnya. Dalam sekali kedip, ia terbangun dalam raga Kai-seorang pemuda rupawan yang merupakan jubah penyamaran bagi sebuah identitas yang tengah diburu. Bersama Dorian, pengawal misterius yang setia namun menyimpan bahaya, Kai harus menavigasi dunia yang penuh intrik. Di tempat asing ini, kekuatan mana tidak lahir hanya dari keajaiban, melainkan tunduk pada mereka yang berani percaya pada diri sendiri. Sambil menyembunyikan jati diri, Kai harus mencari tahu siapa sosok "Ayah" yang mengiriminya pesan tepat sebelum segalanya berubah. Namun, di balik kabut dunia yang asing ini, Kai menemukan kenyataan pahit yang berlapis misteri. Makhluk yang tampak dan tak kasat mata bergerak dalam pusaran ketidakadilan. Ia menyadari bahwa dirinya bukanlah satu-satunya jiwa yang terdampar. Ia melangkah, mencoba memegang teguh iman pada diri sendiri di tengah permainan semesta yang tak kasat mata. Menyadari bahwa dalam lingkaran alam ini, ia mungkin hanyalah sebutir pion yang dipaksa bergerak-atau sekadar kepingan mata uang yang sedang ditukarkan di meja para penguasa. _____ We, the Currency Copyright © 2026 oleh minsatunolsatu Publish: Jumat, 30 Januari 2026 Tamat: -
Rinai  por minsatunolsatu
minsatunolsatu
  • WpView
    LECTURAS 2,383
  • WpVote
    Votos 992
  • WpPart
    Partes 35
Satu kesalahan telah merenggut hati dan harga diri Rinai Ardhinaya. Setelah dihancurkan oleh perundungan kejam, ia memutuskan pergi ke kota baru dengan satu tujuan. Bertahan. Walau hanya untuk bernapas. Ia percaya, jika ia diam dan menyendiri, aibnya akan terkubur. Namun Rinai keliru. Jejak digital tak mengenal kata lupa, dan teror masa lalu kini menyeberang pulau untuk menemuinya kembali. Bisikan, tatapan, hingga pesan-pesan gelap muncul, mengancam membuka luka yang baru saja mulai menutup. Di tengah kejatuhan yang nyata, Rinai bertemu orang-orang yang melihatnya bukan sebagai aib, tapi sebagai manusia. Dari sanalah pergulatan batin untuk kembali percaya pada dunia dan pada dirinya sendiri, perlahan dimulai. Kini, Rinai harus memilih. Tenggelam dalam trauma, atau bangkit untuk memperjuangkan napas dan kesempatan kedua. Mampukah ia menatap bayang-bayang masa lalunya, atau akan kembali terseret ke dalam kegelapan yang sama? _____________________________________ Saya menulis "Rinai" bukan sebagai kisah drama sekolah biasa, tapi sebagai perjalanan sunyi tentang bertahan dan memulihkan diri. Fokus saya pada pertempuran paling jujur, yaitu melawan diri sendiri, dengan di tambah bumbu romansa. Kisah ini berbicara tentang kelayakan manusia untuk bangkit. Bahwa bahkan dalam luka terdalam dan jejak digital yang tak terhapus, kita tetap berhak untuk berdiri lagi. Karena pada akhirnya, bertahan hidup adalah bentuk cinta yang paling sunyi, tapi juga yang paling tulus. ______________________________________ _______________________________________ Disarankan untuk pembaca berusia 15 tahun ke atas. Cerita ini berasal dari ide saya sendiri. Terima Kasih sudah mau membaca cerita pertama saya 🤝