Supopong
Pavana Bayu Lea Winata, hanya seorang gadis kecil yang kehilangan keluarganya. Angin topan yang menewaskan keluarganya juga ikut menewaskan hatinya, ia tenggelam dalam lautan kesedihan yang mendalam. Terlebih lagi matanya menjadi buta karena angin itu.
Pavana benar benar benci setengah mati pada angin yang bertiup, di satu sisi ia takut angin itu akan menerbangkan apa yang tersisa sekali lagi. Pavana benar benar putus asa, setiap kali angin bertiup agak kencang, Pavana lari menyesuaikan arah angin itu bertiup sehingga ia tidak merasakan hembusan yang membawa kenangan menyakitkan.
Keseharian Pavana pun sangat melelahkan, tiada henti sepanjang hari. Namun suatu hari keajaiban terjadi, keajaiban tentang apa yang dibencinya menjadi harapan satu-satunya.