[TeenFiction] BBB FanFic AU ⚡
2 stories
Sulung [Elemental Siblings] by ufan04
ufan04
  • WpView
    Reads 1,856
  • WpVote
    Votes 234
  • WpPart
    Parts 6
Sebelum baca ceritanya harap baca deskripsinya ya •Ingat! Cerita ini hanya sekedar fanfiction. Sekedar hiburan tanpa ada hubungan dengan cerita aslinya. •Cerita asli buatan saya. So, please, don't copy my story. Saya harap Anda mengerti •Slow update ╥﹏╥ •Jika tidak suka silakan tinggalkan. But, kalau suka tolong beri vote dan comment ya. Thank you, Readers. ●○●○ Sulung. Sebuah peran yang tidak pernah Halilintar bayangkan akan begitu berat di pundaknya. Sejak kehilangan kedua orang tua mereka, beban yang ia pikul semakin bertambah. Tanggung jawab sebagai kakak tertua menghantui setiap langkahnya, seolah takdir tak memberinya pilihan lain. Namun, di balik segala tekanan, ada satu hal yang membuatnya bertahan: keenam adik yang selalu ia lindungi, keenam bintang yang menerangi kegelapan dalam hidupnya. Mereka adalah segalanya bagi Halilintar-tapi apakah ia cukup kuat untuk melindungi mereka dari bahaya yang terus mengintai? Ini adalah kisah Halilintar Darian Mervyn, si sulung yang mungkin terpaksa melampaui batas dirinya ... atau kehilangan segalanya. Siapkah ia menghadapi takdir yang lebih kelam dari yang ia kira?
The Hidden Game by TQue3n
TQue3n
  • WpView
    Reads 4,894
  • WpVote
    Votes 104
  • WpPart
    Parts 2
🏅FanFiction | Prekuel "The Mind Checkmate" Ice tidak pindah ke sekolah elit itu karena pilihan. Ia datang karena seseorang yang ia lindungi dijadikan alat tekanan, memaksanya terikat pada kesepakatan yang bahkan tak pernah ia setujui. Di balik sikap dingin dan nilai sempurna, Ice hidup dalam ancaman yang tak pernah benar-benar hilang---setiap langkah diawasi, setiap kesalahan berpotensi berujung pada kehilangan yang tak bisa ditebus. Di INeXIS, kecerdasan bukan keunggulan, melainkan umpan. Setiap prestasi membuat Ice semakin diperhatikan, setiap kesalahan semakin berbahaya. Di balik reputasi siswa sempurna, ada kesepakatan kotor yang menyeretnya ke dalam permainan kekuasaan yang tidak ia mulai, namun perlahan membentuk siapa dirinya sekarang. Namun bertahan bukan satu-satunya alasan Ice tetap bermain. Di balik kepatuhannya, ia menyimpan tujuan yang tak pernah tertulis dalam kesepakatan mana pun: mengungkap siapa pembunuh kakaknya---kematian yang ditutup rapi, disamarkan sebagai kecelakaan, dan memiliki jejak yang mengarah langsung ke lingkaran terdalam INeXIS. Jika ingin keluar, Ice harus berhenti menjadi bidak dan belajar mengendalikan papan. Tetapi semakin jauh ia melangkah, semakin kabur batas antara bertahan hidup dan berubah menjadi sesuatu yang lebih kejam, lebih dingin, dan lebih berbahaya. Saat permainan ini berakhir, pertanyaannya bukan lagi apakah Ice bisa bebas---melainkan apakah ia masih mengenali dirinya sendiri, atau justru telah menjadi bagian paling mematikan dari permainan yang sejak awal ingin menghancurkannya.