rayram65
- Reads 886
- Votes 23
- Parts 15
Pak Bagus, seorang duda berusia 45 tahun, telah lama terbiasa dengan rumah yang terlalu sunyi.
Kedua anaknya telah dewasa, menikah, dan tinggal jauh di luar kota.
Hari-harinya berjalan teratur, tetapi di balik keteraturan itu ada kesepian yang perlahan menjadi bagian dari hidupnya.
Semuanya berubah ketika dinding kamar mandinya mulai lembap, mengelupas, dan mengalami rembesan air.
Seorang tukang bangunan bernama Pak Parman, 45 tahun, datang untuk memperbaikinya.
Parman adalah pekerja keras dengan keterampilan tangan yang membuatnya mampu menangani berbagai pekerjaan bangunan.
Namun di balik tubuhnya yang kuat dan wajahnya yang tegas, tersimpan kehidupan rumah tangga yang jauh dari kata hangat.
Selama beberapa hari bekerja di rumah Bagus, keduanya mulai sering berbincang.
Awalnya hanya tentang pekerjaan, bahan bangunan, kerusakan dinding, dan biaya perbaikan.
Lambat laun, percakapan mereka berubah menjadi cerita tentang kehidupan.
Bagus menemukan seseorang yang mau mendengarkan.
Parman menemukan seseorang yang memperlakukannya dengan perhatian dan penghargaan yang selama ini jarang ia dapatkan.
Di antara suara palu, aroma semen basah, dan dinding yang perlahan kembali kokoh, tumbuh sebuah kedekatan yang tidak pernah mereka rencanakan.
Namun ada satu masalah.
Bagus adalah seorang duda.
Parman masih memiliki seorang istri.
Dan semakin dekat mereka, semakin tipis garis batas antara rasa nyaman, persahabatan, dan perasaan yang seharusnya tidak tumbuh.