ZIZKUN
Ketika Rumah Tak Lagi Menjadi Tempat Pulang
"Bukankah rumah seharusnya menjadi tempat paling aman?"
Bagi sebagian orang, rumah adalah tempat untuk kembali. Tempat melepas lelah, berbagi tawa, dan menemukan kehangatan.
Namun, tidak semua orang memiliki rumah yang terasa seperti rumah.
Novel ini mengisahkan perjalanan seorang remaja yang tumbuh di tengah luka, pertengkaran, dan kesepian. Di balik senyum yang terlihat biasa, tersimpan harapan sederhana: memiliki satu tempat yang benar-benar bisa disebut "pulang".
Ini bukan hanya tentang kehilangan, tetapi juga tentang bertahan, memaafkan, dan mencari cahaya di tengah gelapnya kehidupan.
Sebuah kisah yang mungkin akan membuatmu menangis, terdiam, lalu menyadari bahwa tidak semua luka terlihat oleh mata.