Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
Romance comedy
14 stories
[B1] Big Shot Little Jiaojiao Menghancurkan Personanya Lagi   by Maharanie22
Maharanie22
  • WpView
    Reads 184,167
  • WpVote
    Votes 22,754
  • WpPart
    Parts 200
** Novel Terjemahan ** Bacaan Pribadi... Putri keluarga Chi telah tinggal di pegunungan selama enam belas tahun. Tiba-tiba, dia kembali ke Kota Putih. Namun, segera diketahui bahwa citra nona ini sedikit menyimpang. Pada hari pertama, paparazzi memergokinya sedang makan dengan salah satu aktor terbaik. Foto-foto itu dengan cepat menduduki puncak pencarian panas. Aktor Terbaik: Jangan membuat tebakan liar. Dia adalah bosku dan aku adalah bawahannya. Netizens: Seolah-olah kami akan mempercayai Anda! Keesokan harinya, paparazzi menangkap seorang taipan keuangan yang mengikat tali sepatunya di tengah jalan. Ini masuk ke pencarian panas sekali lagi. Beberapa taipan keuangan: Jangan membuat tebakan liar. Dia adalah bosku dan aku adalah bawahannya. Netizen: (⊙...⊙) Pada hari ketiga, missy keluarga Chi mendominasi pencarian panas lagi dengan foto paparazzi dari bidikan besar di bidang medis mengirimnya ke sekolah. Tembakan besar di bidang medis: Maaf, tapi dia bos saya. Netizens: Dimana wajah cantik Jiaojiao yang dijanjikan kepada kami? Citranya runtuh. Saat para netizen secara bertahap mulai terbiasa dengan kejenakaan Chi Jiao, paparazzi menangkapnya berjalan ke Biro Urusan Sipil dengan kepala keluarga Quan, Quan Jue. Banyak yang mengatakan bahwa strategi yang digunakan Quan Jue brilian, licik, dan brutal. Dia sosok yang sangat kejam. Quan Jue: Saya ingin memperkenalkan Anda semua kepada istri saya, Chi Jiao. Jiaojiao telah lemah dan sakit-sakitan sejak muda. Jangan bully dia. Netizens: Guru Quan, saya pikir Anda memiliki beberapa kesalahpahaman tentang istri Anda. Chi Jiao menderita kematian yang kejam di kehidupan sebelumnya. Jiwanya menyaksikan pria itu mencium jenazahnya dan binasa bersama dengan orang yang membunuhnya. Baru kemudian dia menyadari bahwa anak haram yang tinggal di rumahnya telah merendahkan dirinya karena cintanya padanya. Misi utama Chi Jiao yang bereinkarnasi seumur hidup ini adalah untuk merayu Quan Jue, dan menjadi Jiajiao Kecil di dalam hatin
[B2] Big Shot Little Jiaojiao Menghancurkan Personanya Lagi   by Maharanie22
Maharanie22
  • WpView
    Reads 55,806
  • WpVote
    Votes 7,302
  • WpPart
    Parts 86
Lanjutan.y ya dr mulai bab 435- ?? Buku ke 1 bs liat d profil..
Bloody Renegade by xiaoce12741
xiaoce12741
  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
🚫❗*NO COPY NO PASTE NO PLAGIARISM! DILARANG KERAS MENIRU KARYA INI*❗🚫 [BUKAN NOVEL TERJEMAHAN] Ini tentang pembalasan. Ini tentang pemberontakan. Ini juga tentang darah yang tertumpah pada setiap pertemuan dan perpisahan. Shen Xingyue hidup kembali hanya untuk menagih darah pada para pengkhianat. Ia hidup kembali untuk melakukan pemberontakan pada semua yang menyakitinya dan orang-orang terkasihnya. Ini adalah pemberontakan berdarah atas takdirnya. *** Seorang gadis dengan senyum manis dan tatapan dingin-seakan menatap seonggok daging busuk-menjambak rambut gadis yang tengah merangkak dihadapannya, lalu menyeretnya masuk ke dalam ruangan yang minim pencahayaan dan pengap. "Saudari Jiaojiao, permainan baru saja dimulai. Kau adalah pemain utamanya, jadi kau tidak bisa pergi begitu saja," bisiknya dengan nada menggoda. Saat Shen Yijiao hendak menyentak perkataannya, ia melihat isi ruangan gelap tersebut. Tubuhnya membeku dan wajahnya memutih seketika. Gadis bermata dingin itu tertawa histeris sambil berseru, "Saudari, bukankah tulang dan kulit manusia itu adalah sesuatu yang familiar bagimu?" Shen Yijiao dengan mata horror berteriak, "Tidak, Shen Xingyue, lepaskan aku! KAU BENAR-BENAR GILA!!!" ia menggeliat ingin melepaskan jambakan pada rambutnya. Mata dingin berwarna almond keemasan itu seketika berubah menjadi tatapan dalam seakan penuh dengan genangan darah, senyumannya pun melebar dengan cara yang aneh. "Saudariku, kau sudah melihat isi ruangan ini. Bagaimana mungkin aku membiarkanmu pergi? Lagipula, aku pastikan kau akan menyaksikan hal-hal yang lebih gila lagi nantinya," ***