virolechen
- MGA BUMASA 860
- Mga Boto 125
- Mga Parte 2
Bryan Salino baru saja merayakan kelulusannya setelah empat tahun menjadi pejuang revisi di Depok. Rencana utamanya saat ini cuma satu: menikmati status pengangguran dengan rebahan 24/7.
Sayangnya, rencana indah itu hancur berantakan hanya karena satu panggilan telepon. Di tengah kabar duka kepergian sang Akung, Papahnya yang harus mendadak dinas ke luar negeri malah memberinya sebuah "warisan" tugas.
"Mas Lino... kamu bisa kan, ngurus coffee-shop peninggalan Akung di Bandung?"
"S-serius, Pah? Aku nyeduh kopi saset aja kadang airnya kebanyakan!"
"Lumayan lho, Mas... lulus langsung jadi bos! Nggak berat kok, kalau nggak salah... masih ada tiga pegawai yang tersisa di sana..." rayu sang Papah dengan nada memohon.
Terjebak rasa sayang pada mendiang Akungnya (dan sedikit rayuan jabatan bos), Lino akhirnya menghela napas pasrah.
"Yaudah deh, Pah... aku terima."
Berbekal tekad seadanya, berangkatlah Lino ke Bandung. Ia pikir, menjadi bos dari 'tiga pegawai lama' akan jadi pekerjaan yang santai. Ia sama sekali tidak tahu kalau kedai kopi itu sedang berada di ujung tanduk, dan ketiga pegawainya adalah sumber dari segala sakit kepala-termasuk salah satu pegawainya yang super judes, tukang debat, tapi entah kenapa selalu berhasil membuat jantung Lino berdebar tidak karuan.
Selamat datang di Bandung, Lino. Selamat tinggal, masa rebahan!