Ahsann___
- Lecturas 94
- Votos 14
- Partes 1
Di sebuah desa kecil dekat Yogyakarta, tahun-tahun setelah kemerdekaan, Freyana masih menunggu suaminya, Zan Wiratama, yang tak pernah kembali dari medan perang. Hidupnya diisi sepi dan kerja keras, sambil memeluk harapan yang mulai pudar. Pada suatu festival kemerdekaan yang meriah, tradisi unik kembali dihidupkan-surat-surat yang dimasukkan ke dalam karung dan ditebarkan dari balon udara, menghujani langit desa seperti hujan doa.
Di antara ratusan lembar kertas yang jatuh, Freyana menemukan satu amplop yang membuat tangannya gemetar. Surat itu berasal dari Zan-ditulis akhir tahun 1948, di garis depan pertempuran. Isinya adalah permintaan maaf, pengakuan cinta, dan sebuah pesan terakhir: agar putri mereka kelak diberi nama Nala, jantung dari hidup dan perjuangan mereka.
Membaca setiap kata, Freyana harus berdamai dengan kenyataan pahit sekaligus menemukan makna cinta yang tak pernah gugur, bahkan setelah kematian. "Surat yang Pulang" adalah kisah tentang kehilangan, pengikhlasan, dan cinta yang tetap hidup di tengah bayang-bayang perjuangan bangsa.
dilarang untuk mengcopy karya ini!