whenjnhui
Di grid yang sama, Seokmin dan Joshua tidak pernah benar-benar bersaing dengan siapa pun selain satu sama lain. Setiap insiden disebut kebetulan. Setiap jarak terlalu rapat dianggap agresi. Tak ada yang bertanya kenapa semua itu selalu melibatkan nama yang sama.
Mereka profesional. Mereka terkendali. Setidaknya di depan kamera.
Di baliknya, ada sesuatu yang tak pernah diselesaikan dan dibiarkan membusuk-cukup lama untuk berubah menjadi kebencian yang terlatih.
Satu kecelakaan membuat segalanya terlihat berbeda. Bukan karena dampaknya, tapi karena apa yang tersisa setelahnya. Sejak itu, kemenangan tak lagi terasa bersih, dan kehancuran orang lain tak lagi memberi kepuasan.
Musim terus berjalan. Ego tetap memimpin.
Dan jika salah satu dari mereka jatuh, pertanyaannya bukan siapa yang menang-melainkan siapa yang pertama kali berhenti berpura-pura tidak peduli.