23byeolbamm
Jena tahu dan sadar betul hidupnya akan semakin sulit setelah menemukan seluruh keluarganya meninggal serempak tanpa berniat mengajaknya. Sudah berjuang hidup menjadi tulang punggung keluarga, sekarang dia harus menjalani hidup sebatang kara dengan beban utang ratusan juta yang ditinggalkan sang ayah.
Di sisi lain, saat Jena merasa tidak mempunyai alasan lagi untuk hidup, seseorang datang padanya. Mengulurkan tangan juga menawarkan pelukan. Jena bersyukur Khaira mampu menjadi teman yang memberinya kekuatan. Namun ia lupa bahwa jika ia kembali berhubungan dengan si bungsu Sudira, itu artinya dia juga akan sering bertemu Kaffa, kakak kembar Khaira sekaligus mantan pacarnya di bangku sekolah.
"Cinta itu rumit ya, Ra? Bisa menyatukan dua orang yang saling membenci, bisa juga memisahkan dua orang yang saling mencintai."
"..."
"Kita ada di nomor berapa, Jennaira?"