Kim_Aretha
Aksara Nata. Dia adalah CEO tempatku mengabdikan diri selama satu tahun terakhir. Lolos menjadi sekretarisnya bukanlah pencapaian mudah; aku harus menyisihkan tiga ratus pelamar lain, melewati persaingan ketat, serta menaklukkan berbagai tahap seleksi yang menguras keringat. Untungnya, nasib baik masih berpihak pada gadis perantau sepertiku.
Setahun bekerja di bawah arahan Pak Nata, ya, hanya aku yang memanggilnya demikian sementara orang lain memanggilnya Pak Aksa, membuatku terbiasa dengan ritmenya. Panggilan itu sebenarnya kesalahan pertamaku saat perkenalan, namun anehnya dia tidak keberatan. Padahal, rumor menyebutnya dingin, kejam, dan bertemperamen buruk. Fakta bahwa aku tidak dipecat saat itu adalah sebuah keajaiban tersendiri.
Satu tahun ini cukup mengajarkanku kalau bosku adalah definisi gila kerja. Aku sudah terbiasa menemaninya dinas luar kota, dan kini dia menuntutku bersiap menemaninya ke luar negeri. Bagi orang yang masih gagap akan kemewahan dunia luar sepertiku, kabar itu membuat jantung berdegup kencang.
Namun, segalanya berubah total pada satu hari yang naas.
Saat hendak mengantarkan laporan ke ruangannya, tanpa sengaja aku memergoki Pak Nata sedang bercumbu dengan Herlian. Wanita itu adalah ibu tiri Pak Nata, seorang model muda yang cantik dengan bayaran fantastis. Sang CEO yang terhormat ternyata menjalin hubungan terlarang dengan ibu tirinya sendiri.
Aku terlambat menghindar. Pak Nata melihatku.
Sejak detik itu, aku terjerat dalam skandal gelap hidupnya. Logika menyuruhku untuk melarikan diri, namun entah mengapa aku justru merasa memiliki beban moral. Aku merasa harus menyadarkannya sebelum dia tenggelam semakin dalam ke jalan yang salah, meski aku tahu risikonya sangat besar.
Mampukah seorang sekretaris biasa menghentikan cinta terlarang sang miliarder?