DhewaEdikresnha
Nurul Asfa, seorang siswi kelas XII di sebuah SMA di Lubuk Linggau Sumatra Selatan, menjalani hari-harinya dengan fokus pada studi dan persiapan ujian akhir. Hidupnya berubah ketika menemukan sebuah surat misterius di lokernya setelah mengikuti pertandingan classmeeting di sekolahnya. Surat itu mengandung pesan motivasi singkat, namun mengingatkan Nurul pada masa-masa lalu saat dia masih sering menerima surat cinta sebelum berpacaran dengan Zaki, kakak kelasnya yang kini kuliah di Jakarta dan tak lagi bisa dihubungi. Nurul berusaha mengabaikan surat tersebut dan lebih memilih fokus pada ujian yang semakin dekat. Namun, surat-surat itu terus datang, membuatnya penasaran akan identitas pengirimnya. Bersama sahabatnya, Ica, Nurul mencoba mencari tahu siapa pengirim surat-surat tersebut. Di tengah kebingungannya, Zaki tiba-tiba kembali menghubungi Nurul, mengajaknya bertemu. Pertemuan yang awalnya diharapkan membawa kebahagiaan justru membuat Nurul sadar bahwa Zaki telah berubah. Zaki kini lebih sibuk dengan cita-cita dan aktivitasnya di kampus, tak lagi romantis seperti dulu. Hati Nurul terasa hampa setelah pertemuan itu. Di sisi lain, berkat bantuan Ica, mereka akhirnya menemukan bahwa pengirim surat-surat tersebut adalah Gilang, seorang pekarya/office boy muda di sekolah mereka. Mereka berdua mengkonfrontasi Gilang dan akhirnya Gilang mengakui perasaannya kepada Nurul, namun Nurul menegaskan bahwa dirinya belum siap menjalin hubungan apapun karena fokusnya adalah pendidikan dan dia sendiri masih meragukan masa depan Gilang. Nurul memberi syarat kepada Gilang: jika Gilang mampu menyelesaikan kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dalam enam tahun ke depan, maka Nurul siap menerima cinta.