Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
Ays21_'s Reading List
2 stories
Bitter Amoxicillin (On Going) by amaya4am
amaya4am
  • WpView
    Reads 135
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
Cetuk! Satu kerikil kecil mengenai ransel berwarna taupe miliknya. Langkahnya terhenti sejenak untuk membalikkan badan, mencari tahu siapa manusia jahil yang melemparkannya padanya. Jalan nampak lengang, tak ada seorang pun yang berdiri diseberang sana. Namun, insting gadis itu mengatakan bahwa ada seseorang yang membuntutinya dari belakang. "Yud? aku ngerti iku koen. Metu'o!" Yuda menampakkan kepalanya dari balik pohon besar peneduh jalan itu, menyeringai sambil mengacungkan dua jari-jarinya. Gadis itu membalikkan badan ke depan dan melanjutkan langkahnya. Yuda menyusul langkah gadis itu dengan raut penasaran lalu berdiri di sampingnya, mengamati raut wajahnya yang murung. "Cek lemes'e koen, Len...?" Gadis itu sengaja tak meresponnya sama sekali. Energinya terkuras habis sejak melihat pemandangan di lapangan basket beberapa jam yang lalu. "Hey, Len...?" kedua tangan Yuda menarik dan mengguncangkan pundak Alena hingga membuat tubuhnya terguncang. "Kon apo'o seh?" tanyanya. Alena menepis lengannya, melanjutkan langkahnya lunglai. Yuda menghembuskan napas berat dan tetap berusaha mengikuti langkah kakinya. "Gak beres arek iki. Wis ayok melok aku" Yuda menarik salah satu ujung shoulder strap Alena. "Hm?" *** "Lungguh'o kene" Dengan ransel yang masih menempel di bahunya, Alena menatap ponselnya lekat-lekat. Sudah tak terhitung berapa lama ia memandangi foto-foto dua manusia itu. "Nyoh, ngombe sek. Ya'opo engkok lek koen semaput? Sopo atene nggendong awakmu?" Alena mengerlingkan lirikan sinis dari ujungan matanya, lalu meraih botol dari tangan Yuda dan meneguknya. Yuda mengamati Alena yang enggan mengalihkan pandangannya dari layar portrait itu. Ia pun mendekat, berdiri di samping Alena, mengintip 'sesuatu' yang membuat leher sahabatnya itu tak berkutik. "Yoalah... alah... golek penyakit..." "Gwennndheng, cik!" ...
The sandwich  by Intansyaft
Intansyaft
  • WpView
    Reads 164
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 8
Di usia yang seharusnya jadi masa paling produktif, Kalesa justru terjebak di tengah pusaran tanggung jawab. Ia harus menjadi anak yang bisa diandalkan bagi orang tuanya yang mulai menua dan sakit-sakitan, serta menjadi panutan untuk adik-adiknya, sekaligus tetap profesional di dunia kerja yang menuntut lebih dari sekadar "berusaha". Belum lagi tekanan sosial yang terus mendesak: menikah, mapan, bahagia. Novel ini mengangkat kisah nyata yang dihadapi banyak anak muda zaman sekarang-mereka yang disebut sandwich generation. Terjepit di antara dua generasi, dengan tuntutan dari atas dan bawah, sambil memendam kelelahan yang tak pernah sempat diistirahatkan. Lewat perjalanan Kalesa, kita diajak melihat bahwa menjadi kuat bukan berarti harus terus bertahan tanpa jeda. Dan bahwa merawat diri sendiri bukanlah bentuk egois-melainkan kebutuhan dasar yang sering kita lupakan saat terlalu sibuk menjaga semua orang.