Sasyaarabellaa_
Kanaya Queeny Sabirunera kehilangan segalanya dalam satu malam-bundanya, rumah yang dulu hangat, dan cinta dari keluarganya sendiri. Sejak kematian sang bunda di rumah sakit, ayah dan kakak laki-lakinya meyakini satu hal: Kanaya adalah penyebabnya.
Sebuah kesalahpahaman tragis membuat Kanaya tumbuh sebagai gadis yang hidup dalam kebencian orang-orang yang seharusnya melindunginya. Setiap tatapan dingin ayahnya dan setiap kata kasar kakaknya menjadi luka baru yang memperdalam trauma yang telah ia miliki. PTSD membuat Kanaya terus terjebak dalam ingatan terakhir tentang bundanya-teriakan para penumpang pesawat, tangan dingin yang menggenggamnya, dan rasa bersalah yang tak pernah pergi.
Ia mulai percaya bahwa dirinya memang tidak pantas hidup bahagia. Bahwa keberadaannya hanya membawa kehancuran. Dalam kesepian dan rasa bersalah, Kanaya perlahan menghancurkan dirinya sendiri, hingga nyaris kehilangan harapan untuk bertahan.
Ketika fakta-fakta mulai terungkap, ayah dan kakaknya harus menghadapi kenyataan paling menyakitkan:
bahwa gadis yang mereka benci dan sakiti selama ini... justru adalah korban terbesar