claraaaaaaa_aja
- Reads 15,328
- Votes 538
- Parts 19
"Aku ingin Aira yang dulu! Yang ramah, yang sopan, dan selalu melayaniku! Kenapa kau menjadi sedingin ini, Aira?!"
Dua tahun lalu, Kenzo Alfaro menghancurkan hidup istrinya sendiri. Terbakar cemburu buta dan ego yang setinggi langit, ia menyiksa Aira dengan tuduhan perselingkuhan yang tak pernah terbukti. Ia mengusir Aira, membuang wanita yang paling mencintainya itu seperti sampah yang tak berharga.
Namun, saat kebenaran terungkap, kewarasan Kenzo ikut lenyap. Sang Tuan Muda yang angkuh berubah menjadi pria childish yang hancur. Ia mengamuk, menangis, dan menghancurkan seisi mansion hanya untuk memanggil satu nama "Aira"
Kini, Aira telah ditemukan. Namun, Aira yang diseret kembali ke pelukan Kenzo bukanlah wanita lembut yang dulu selalu tersenyum tulus. Ia kembali sebagai wanita yang mati rasa, sedingin es, dan memandang Kenzo dengan tatapan jijik.
Kenzo merengek, memohon agar Aira kembali bersikap manis seperti dulu. Ia ingin "pelayan" setianya kembali, tanpa sadar bahwa dialah yang telah membunuh jiwa wanita itu.
Dapatkah rengekan penyesalan Kenzo meluluhkan hati yang telah membeku? Ataukah ini awal dari siksaan baru bagi Kenzo, saat ia harus menghadapi kenyataan bahwa cinta tulus Aira telah musnah untuk selamanya?