Ryu reading
6 storie
Dari ayah, untuk abang ✔  di Lilpudu
Lilpudu
  • WpView
    LETTURE 1,297,299
  • WpVote
    Voti 189,761
  • WpPart
    Parti 28
[ Part lengkap ] Tidak peduli bagaimana tubuh itu di terpa angin, hujan, ombak, bahkan badai sekalipun. Punggung Ayah akan tetap menjadi yang ter-kokoh, meski kadang lutut itu membentur tanah berkali-kali, namun nyatanya dengan senyuman tulus ia kembali bangun, berdiri seperti tidak ada rasa sakit. Copyright- Lilpudu, 2O21
MERAYAKAN KESEDIHAN  di Lilpudu
Lilpudu
  • WpView
    LETTURE 94,606
  • WpVote
    Voti 9,791
  • WpPart
    Parti 6
[PREVIEW] Sebuah kisah yang ditulis dari sudut pandang raga-raga yang tersisa. Untukmu, untuk raga yang telah pergi. -Copyright, LILPUDU, 2023.
Tinta Terakhir ✔  di Lilpudu
Lilpudu
  • WpView
    LETTURE 2,006,686
  • WpVote
    Voti 232,203
  • WpPart
    Parti 29
[Sudah dibukukan, part lengkap] versi novel bisa dipesan melalui shopee : penerbit.lovrinz01 Bagi Wisnu, hal yang paling menyakitkan adalah ketika dihadapkan dengan perpisahan. Karena mau bagaimana pun caranya, bagaimana pun keadaanya, perpisahan adalah hal yang paling Wisnu benci. Copyright- Lilpudu, 2O21
Dierja Gentala, 1997  di Lilpudu
Lilpudu
  • WpView
    LETTURE 660,384
  • WpVote
    Voti 46,386
  • WpPart
    Parti 20
[Part Lengkap] Kehilangan kali ini adalah awal dari kerasnya hati dan kepalaku. Aku mendadak bisa menjadi monster yang paling menakutkan sekaligus mematikan untuk anak-anakku. Bahkan di saat mereka masih tak paham bagaimana cara semesta yang keji ini bekerja tanpa sosok ibu di dalamnya. "Nak, kalau bisa, cari saja Bapak yang lain, jangan bertahan dengan sosok Bapak seperti aku." "Bapak mu ini monster yang tidak punya hati." -Lilpudu Copyright, 2O22.
Laut Pasang, 1994 (SEASON 2) di Lilpudu
Lilpudu
  • WpView
    LETTURE 265,938
  • WpVote
    Voti 18,228
  • WpPart
    Parti 7
Karena sejatinya, semua manusia di bumi ini akan saling meninggalkan. Lebih tepatnya, semua tidak kekal. Manusia akan datang dan pergi. Begitu seterusnya. Copyright, -Lilpudu, 2023.
Laut pasang, 1994  di Lilpudu
Lilpudu
  • WpView
    LETTURE 1,918,149
  • WpVote
    Voti 77,134
  • WpPart
    Parti 14
PART TIDAK LENGKAP. [Sudah dibukukan - Tersedia di Gramedia] Peristiwa yang menghancurkan seluruh kota dalam waktu singkat. 7 raga paling menyedihkan menjadi saksi bagaimana gilanya gelombang pasang malam itu. Malam terakhir penuh bintang, seindah senyuman ibu 6 tahun silam. "Apta! Esa! Pegang tangan Mas yang kenceng!" Copyright- Lilpudu, 2O22.