anonlity
Gita, drummer berbakat dari Institut Seni Nusantara Yogyakarta (ISNY), hidup dengan ritme yang tidak pernah benar-benar stabil sejak kecelakaan empat tahun lalu merenggut sahabatnya. Trauma itu membuatnya membeku setiap kali suara rem mobil terdengar-membuatnya takut pada jalanan, pada hujan, pada kenangan.
Di tengah dunia musik kampus yang riuh dan warna-warni, Gita selalu terlihat kuat. Pemimpin SoundScape. Drummer kebanggaan Famus. Perempuan yang tertawa paling keras setiap nongkrong di IKAN. Tidak ada yang tahu, setiap malam ia masih memeluk gelang hitam pemberian sahabatnya sambil berharap ia bisa bernafas tanpa rasa bersalah.
Hingga suatu siang, ketika traumanya kambuh di tengah zebracross, seseorang menangkap tubuhnya sebelum ia jatuh. Pelukan hangat. Aroma jasmine yang menusuk dada. Suara lembut yang bertanya: "Lo nggak papa?"
Oniel.
Aktor teater kampus yang jauh lebih hangat daripada citra panggungnya. Perempuan yang diam-diam selalu memperhatikan Gita sejak konser kampus pertama. Dan sejak hari itu, aroma jasmine menjadi satu-satunya hal yang bisa menenangkan Gita setiap kali traumanya datang.
Mereka bertemu lagi-di lorong auditorium, di studio musik, di malam-malam latihan, di kota yang kecil tapi penuh kemungkinan. Mereka jatuh cinta perlahan: lewat tatapan, lewat kecemasan kecil, lewat pertanyaan sederhana yang tidak pernah hilang dari kepala Gita-"Kenapa cuma dia yang bisa bikin gue nggak takut?"
Namun semakin dekat mereka, semakin jelas bahwa cinta tidak cukup untuk menyembuhkan semuanya. Gelang hitam di pergelangan Gita mulai retak fungsinya. Dan ketika hujan kembali turun, trauma itu datang untuk terakhir kalinya.
Cerita tentang cinta, kehilangan, dan seseorang yang berharap bisa menyelamatkan drummer-nya-meski dunia tidak selalu memberi kesempatan kedua.
note: fiksi