Mynomnom
5 stories
Bad Side 48: Phase 2 (18+) by virolechen
virolechen
  • WpView
    Reads 50,624
  • WpVote
    Votes 1,086
  • WpPart
    Parts 8
Atin sekarang udah berubah total sejak hasil tes hubungan darah itu kebongkar. Cara dia mandang grup, juga cara dia ngeliat Biano, udah gak sama lagi. Sementara itu, Biano lagi mati-matian ngejaga langkahnya, berusaha nunjukin diri biar bisa tembus ke posisi manager trainee-sebuah kursi yang bisa nentuin hidupnya di JKT48.
My Two Sisters: Forbidden Sin by virolechen
virolechen
  • WpView
    Reads 20,863
  • WpVote
    Votes 996
  • WpPart
    Parts 11
Tiga bersaudara yang hidup di bawah satu atap setelah kehilangan orang tua mereka - kedengarannya normal, kan? Tapi nggak kalau yang dimaksud itu keluarga Maherson. Chika, si sulung yang kehilangan arah dan melampiaskannya lewat kenakalan. Christy, si bungsu yang polos tapi rasa penasarannya kebangetan. Dan Jason - alias Ecen, satu-satunya cowok di rumah itu yang tiap hari harus berjuang menjaga kewarasannya. Sejak orang tua mereka tiada, rumah itu berubah jadi medan perang... antara kewarasan, godaan, dan rasa sayang yang mulai kabur batasnya. Dan Ecen? Ya, dia cuma bisa bilang- "Okay... here we go again..."
When Freya Keeps Chasing You... and You Start Falling Too by virolechen
virolechen
  • WpView
    Reads 2,060
  • WpVote
    Votes 225
  • WpPart
    Parts 5
Suara itu nyamber dari luar toilet cowok, nyaring dan tanpa mikir panjang. "Karim? Keluar, woi. Lama amat. Muka lu bikin kakak nunggu, tau." Karim yang baru kelar cuci tangan langsung kaku. Jantungnya berdegup aneh. Itu suara yang sama lagi. Begitu pintu toilet kebuka, Freya udah berdiri di situ. Nyender santai di dinding, ekspresinya tenang tapi matanya jahil. "Kak-" Karim refleks nurunin suara. "Jangan kenceng-kenceng, please..." Freya senyum tipis. "Kenapa? Takut ada yang denger kalo lu ganteng?" Karim mundur setengah langkah. Salah besar. Freya langsung maju, satu tangan nahan dinding di samping kepala Karim. Brak. Kabedon. Karim kejedot dikit, punggungnya nempel tembok dingin. Nametag-nya lepas, jatuh ke lantai. Freya ngelirik nametag itu sebentar, lalu balik natap Karim. "Ih," katanya pelan. "Namanya juga lucu." "Kak, please..." Karim nelen ludah. "Ini depan toilet..." "Iya, gue tau," Freya jawab santai. "Makanya seru." Dia condong dikit, jaraknya bikin Karim susah napas. "Gue cuma mau nanya," katanya rendah. "Lu sadar nggak sih efek muka lu ke orang?" "Kak..." suara Karim nyaris habis. Freya ketawa kecil. "Tenang aja. Gue cuma kagum." Karim diem. Takut, malu, tapi juga bingung. Karena di balik semua kepanikannya, dia sadar satu hal: kakak tingkat ini cantik-dan bahaya. Tahun pertamanya sebagai maba FISIP Universitas Nusantara bahkan belum resmi dimulai. Tapi ujian mentalnya? Udah jalan duluan. Dan namanya Freya Jayawardana.