Zeeriska27
- Reads 187
- Votes 48
- Parts 30
Aruna selalu percaya bahwa cinta bukan tentang siapa yang datang paling cepat, melainkan siapa yang tetap tinggal ketika hidup mulai terasa rumit. Setelah beberapa kali gagal membuka hati, ia memilih fokus pada kuliah, mimpi, dan dirinya sendiri. Sampai suatu hari, di semester terakhir, hadir seorang laki-laki pendiam bernama Arga.
Arga tidak pernah mengucapkan kata cinta. Ia hanya memperhatikan hal-hal kecil, tentang outfit yang cocok, tentang topi yang sebaiknya dipilih, tentang gelang sederhana yang terus ia kenakan. Semakin banyak momen yang mereka lalui, semakin Aruna sadar bahwa perasaannya tumbuh tanpa ia rencanakan. Namun apakah setiap rasa harus berakhir menjadi kisah cinta?
Ataukah memang ada perasaan yang cukup disimpan sebagai kenangan paling hangat di penghujung masa kuliah?
Biarlah waktu yang menjawab.