adeliapaleonn
- Reads 11,564
- Votes 544
- Parts 22
"Di kantor saya Bosnya, tapi di rumah... kenapa saya yang takut sama spatula kamu?!"
Ghea Adistya punya prinsip hidup sederhana: Kerja keras di kantor sebagai asisten yang cekatan, tapi begitu sampai rumah, daster motif bunga adalah identitas sejatinya. Baginya, kebahagiaan itu bukan tas mewah, tapi bisa makan mi instan di depan TV tanpa gangguan.
Namun, hidup Ghea jungkir balik saat sang CEO, Arkanta Pradipa, menyodorkan map hitam di tengah lembur tengah malam. Bukan bonus yang ia dapat, melainkan sebuah Kontrak Pernikahan sepanjang 20 halaman.
Arkan butuh istri "formal" demi warisan dan posisi CEO-nya, sementara Ghea butuh uang untuk biaya rumah sakit ibunya. Kesepakatannya jelas:
Pernikahan ini hanya bisnis.
Tetap profesional (Boss & Assistant) di kantor.
Tidak boleh ada perasaan yang terlibat.
Tapi Arkan tidak pernah siap menghadapi "The Power of Daster". Bagaimana jadinya jika penthouse mewah nan steril milik Arkan tiba-tiba penuh dengan jemuran daster, aroma terasi, dan suara cempreng Ghea yang hobi nyanyi saat cuci piring?
Saat tembok es sang CEO mulai mencair karena perhatian-perhatian kecil sang asisten, apakah kontrak ini akan berakhir di meja hijau, atau justru berlanjut menjadi kontrak seumur hidup?