LoVeLG23
- Reads 5,144
- Votes 310
- Parts 30
"Kayaknya takdir suka bercanda, ya, Sky?"
Akhirnya, Sky mengangkat kepalanya. Matanya bertemu dengan mata Nani lewat pantulan kaca di bingkai papan pengumuman. Tatapan mereka terkunci selama beberapa detik. Di sana, di mata Nani yang biasanya penuh percik jenaka, Sky melihat sesuatu yang lain; sesuatu yang gelap dan rumit, sebuah cerminan dari perasaannya sendiri.
"Ini bukan lelucon," jawab Sky, suaranya datar dan dingin. "Ini proyek kelulusan kita, Nani."