Nlalana_
- Reads 3,096
- Votes 1,346
- Parts 45
Selembar surat peninggalan ibunya justru membawa secercah harapan sekaligus amanah yang tersimpan di balik setiap tulisannya. Dari sanalah takdir mempertemukannya dengan seorang perempuan yang perlahan mengubah hidupnya.
"Mas Ghava!" panggil perempuan di seberangnya sambil melambaikan tangan dan tersenyum hangat.
"Ayo," ujarnya dengan wajah berseri penuh semangat.
Ghava terpaku di tempatnya berdiri. Senyum perempuan itu seakan mampu menghentikan riuh di sekelilingnya. Sorot matanya yang berbinar, ditambah gerakan tangannya yang terus melambai dengan antusias membuat dada Ghava berdebar tak biasa. Sesekali perempuan itu menoleh ke kanan dan kiri memastikan jalan aman agar Ghava bisa segera menyeberang. Namun, alih-alih segera melangkah, Ghava justru tenggelam dalam pesona perempuan di hadapannya seolah dunia mendadak melambat hanya untuk memberinya waktu menikmati pemandangan itu lebih lama.