ChaerunnisaChaeru083
He Junlin, mahasiswa Ilmu Komunikasi yang memendam rasa pada Yan Haoxiang, terkejut setengah mati ketika seorang pemuda 15 tahun bernama Guiyuan tiba-tiba muncul di kosannya dan memanggilnya "Papa". Guiyuan, yang mengaku sebagai putra masa depannya dengan Haoxiang, datang untuk mencegah perceraian pahit mereka yang disebabkan oleh kembalinya mantan Haoxiang yang manipulatif.
Tak hanya Junlin, ketiga sahabatnyaDing Chengxin, Song Yaxuan, dan Li Tianze serta para teman dekat Haoxiang Ma Jiaqi, Liu Yaowen, dan Zhang Zhenyuan turut mengalami kejutan serupa. Total sepuluh anak laki-laki dari masa depan (Guiyuan, Qihan, Jiaxin, Xinhao, Hanrui, Zhangji, Zhixin, Zeyu, Bowen, dan Zuohang), masing-masing berusia antara 14 hingga 20 tahun, tiba di masa kini.
Masing-masing pasangan masa depan (Junlin-Haoxiang, Chengxin-Jiaqi, Yaxuan-Yaowen, Tianze-Zhenyuan) memiliki masalah fatal di masa depan perselingkuhan, salah paham, kurang komunikasi, atau restu yang sulit yang berujung pada perpisahan.
Didorong oleh keinginan anak-anak mereka untuk mengubah takdir, kedatangan mereka yang ajaib ini memaksa delapan pemuda itu untuk berinteraksi lebih intens. Dengan bantuan flashback tentang masa depan yang menyakitkan, mereka harus menghadapi keraguan, kecemburuan, dan ketakutan masa kini, membuka hati satu sama lain, dan belajar bagaimana membangun hubungan yang didasari komunikasi, kepercayaan, dan kasih sayang sejati. Akankah intervensi dari masa depan ini berhasil mengubah takdir pahit mereka menjadi sebuah keluarga yang bahagia dan cemara?