JustReader1401
- Reads 4,412
- Votes 827
- Parts 26
Tidak semua kisah cinta lahir dari pengakuan.
Sebagian justru tumbuh dari diam yang terlalu lama disimpan.
Mereka tidak pernah berencana jatuh cinta.
Tidak ada janji, tidak ada niat, bahkan tidak ada keberanian untuk berharap. Yang ada hanya panggung, lampu sorot, dan dunia yang menuntut mereka terlihat kuat setiap saat.
Di mata publik, mereka adalah dua nama yang berdiri sendiri.
Punya jalan, punya cerita, punya takdir masing-masing.
Namun di balik itu, ada pertemuan-pertemuan singkat yang terasa terlalu berarti. Ada tatapan yang terlalu lama untuk sekadar teman. Ada doa-doa yang diam-diam diselipkan di sela jadwal manggung dan kelelahan.
Mereka belajar menahan.
Menjaga jarak.
Menyembunyikan rasa di balik profesionalitas.
Karena menjadi artis berarti hidup bukan hanya milik diri sendiri.
Cinta mereka tidak pernah meledak. Ia tumbuh pelan-kadang nyaris padam, kadang terasa terlalu sakit untuk dipertahankan. Ada salah paham yang tak segera dibenahi. Ada waktu yang terlewat karena kesibukan. Ada rindu yang harus diam karena keadaan.
Dan ketika akhirnya mereka saling jujur, dunia tidak serta-merta menjadi lebih mudah.
Sorotan makin tajam.
Godaan makin banyak.
Ujian datang dari arah yang tak pernah mereka duga.
Ini bukan cerita tentang cinta yang sempurna.
Ini adalah cerita tentang dua manusia yang belajar bertahan, belajar dewasa, dan belajar memilih satu sama lain-berulang kali-di tengah dunia yang tidak pernah berhenti menuntut.
Tentang cinta yang tidak diumbar, tapi dijaga.
Tentang rindu yang tidak selalu dipeluk, tapi tetap setia menunggu.
Dan tentang keyakinan bahwa,
jika memang ditakdirkan berjalan bersama,
maka sejauh apa pun jarak,
mereka akan selalu menemukan jalan untuk kembali.
***
Cerita ini hanya karangan fiksi. Karakter yang digunakan dalam cerita ini tidak mencerminkan kepribadian asli tokoh di dunia nyata. Visual hanya untuk keperluan ilustrasi cerita. Harap memisahkan fiksi dengan realita.