Javanese
2 stories
PARÂŚRAYA by valadaniswara
valadaniswara
  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
Rajendra Mahasura Hadinata tidak pernah bermimpi menjadi bagian dari permainan kotor kekuasaan. Ia hanya ingin menegakkan hukum, sampai presiden sendiri menugaskannya menggali kasus rahasia di tubuh Kementerian Pertahanan-kasus yang bisa menjatuhkan Menteri Guntur Laksmono Arthanegara, sekaligus mengguncang fondasi negara. Namun di balik segala intrik politik, Rajendra tidak tahu bahwa penyelidikannya akan membangunkan masa lalu yang ia kubur dalam diam. Keluarga Cantika Kaulika Bratadikara-cinta pertamanya, adalah salah satu korban dari kejahatan yang kini ia usut. Cantika telah berubah. Dari gadis idealis menjadi jurnalis investigasi yang berani menantang kekuasaan. Di sisi lain, hadir Sachita Nitya Arthanegara-model yang cantik, ambisius, dan putri sang menteri yang sedang ia selidiki. Berbeda dengan Cantika yang menjauh karena luka, Sachita justru mendekat dengan gengsi dan keinginan untuk memiliki. Rajendra tahu ia sedang dijebak, tapi setiap langkah yang ia ambil selalu menjerumuskannya lebih dalam, ke rahasia negara, dan ke dalam hatinya sendiri.
SEKAR JAGAD by valadaniswara
valadaniswara
  • WpView
    Reads 87,493
  • WpVote
    Votes 4,862
  • WpPart
    Parts 47
Amaranggana Malini Hadinata tak pernah berpikir bahwa hidupnya akan berubah hanya karena menghadiri pertemuan trah keluarga. Ia hanya ingin menyapa keluarga dari garis ibu, bukan pulang dengan lamaran dari seorang pria asing-yang ternyata ditentukan oleh janji kakek buyut mereka, puluhan tahun silam. dr. Prahasta Anandio Cokroatmodjo, dokter polisi yang disiplin dan penuh pertimbangan, juga tak menyangka akan dijodohkan dengan perempuan yang bahkan tak ia kenal. Tapi sebagai putra dari keluarga terpandang dan cucu dari garis trah yang disumpah oleh darah dan kehormatan, ia tak bisa menolak. Dua insan yang sama-sama terluka dan skeptis terhadap cinta kini harus hidup dalam satu atap, satu ikatan, satu komitmen yang awalnya hanya demi menunaikan warisan leluhur. Namun, apakah cinta bisa tumbuh dari luka dan kewajiban? Dan apakah takdir benar-benar ditentukan oleh darah yang mengalir... atau oleh hati yang memilih?