LazarusX-02
Ia adalah seorang dokter umum berusia akhir 30-an yang terjebak dalam lingkaran mediokritas, hidup di balik bayang-bayang kedua orang tuanya yang merupakan dokter spesialis terpandang dengan pernikahan penuh kepalsuan dan perselingkuhan. Secara intelektual dan akademis, ia tidak pernah cukup cemerlang untuk menembus bangku spesialisasi, sebuah kegagalan yang selalu ditutupi oleh aliran dana tanpa batas dari orang tuanya alih-alih empati. Masa kecilnya adalah sebuah fasilitas steril tanpa kehangatan; ia dibentuk tanpa pernah diberi hak untuk memilih cita-cita, hobi, atau bahkan sekadar didengar ketika ia mengalami perundungan di sekolah. Setiap kali ia berbuat salah, kemarahan instan dan vonis "tidak tahu diri" dari orang tuanya menegaskan bahwa kehadirannya di rumah itu hanya sebatas status sosial, bukan karena ia dicintai.
Kombinasi antara pengabaian emosional kronis dan limpahan materi mentah ini membentuknya menjadi individu yang lapar akan validasi, yang kemudian bermanifestasi dalam kecanduan seks bebas dan dinamika BDSM. Di dunia luar, ia mengenakan jubah putih profesinya dengan hampa, namun di balik pintu tertutup, ia menjelajahi peran sebagai slave yang patuh di bawah kendali berbagai master. Bagi dirinya, rasa sakit dari cambukan, hinaan verbal yang merendahkan martabat, penguncian hasrat lewat chastity, hingga kerelaan untuk membagikan tubuhnya kepada banyak orang bukanlah bentuk pelecehan, melainkan bukti otentik bahwa dirinya ada. Di saat ia dihina dan kehilangan seluruh otonominya, di situlah ia untuk pertama kalinya merasa benar-benar diinginkan dan diterima oleh dunia.