UtiEthereal
- Odsłon 448
- Głosy 226
- Części 12
Setiap rumah punya suara.
Rumah Maira punya pertengkaran.
Setiap anak punya tempat pulang.
Tempat pulang Maira adalah diary dan Ticu.
Di antara tekanan ekonomi, ego orang tua, dan kakak yang keras, Maira tumbuh menjadi anak yang pandai menenangkan semua orang-kecuali dirinya sendiri, di luar rumah, dunia pun tak pernah benar-benar memilihnya.
Hanya satu orang yang benar-benar melihatnya: neneknya, dengan suara pelan yang sering tak dianggap, nenek selalu tahu kapan mata Maira sembab, kapan senyumnya dipaksakan.
Ia menulis karena tak ada yang benar-benar mendengar.
Ia memeluk Ticu karena tak ada yang benar-benar tinggal.
Dan ia bertahan... karena neneknya masih menggenggam tangannya.
Sampai suatu hari, lelahnya menuntut jawaban.
Apakah menjadi anak yang kuat berarti harus selalu diam?....Atau suatu saat, bahkan anak bungsu pun boleh berhenti menahan?
_
Start: 11 Februari 2026
Status: On Going
Selamat membaca 🩶