ejenggondok
- Reads 4,765
- Votes 186
- Parts 34
Seluruh desa mengenal Bagas sebagai kebanggaan pesantren keluarga. Tidak ada yang tahu bahwa setiap malam ia diam-diam menemui ,Raden di belakang gereja tua dekat pemakaman desa. Mereka tumbuh bersama sejak kecil, bermain di sawah yang sama, menghadiri tradisi sedekah bumi yang sama-namun dipisahkan oleh keyakinan dan harapan keluarga. Saat dewasa, cinta yang dulu terasa polos berubah menjadi sesuatu yang rumit dan menyakitkan. Di desa yang memegang adat Jawa begitu erat, hubungan mereka dianggap bukan hanya dosa, tapi penghinaan bagi leluhur.....