Ria9889's Reading List
4 stories
THE WATER 4 elemens  by MancoonShiper
MancoonShiper
  • WpView
    Reads 10,442
  • WpVote
    Votes 418
  • WpPart
    Parts 21
Dengan wajahnya yang cantik, Chonlada menanggapi sahabatnya, yang baru saja tiba. Apo dan asistennya telah menghilang, meninggalkan Cholada sendirian dan tidak yakin apa yang harus dilakukan, terlepas dari semua perencanaannya yang cermat. "Apakah aku tidak cukup cantik? Dia bahkan tidak menatapku!" "Kamu terlihat menakjubkan... Tapi mungkin kamu bukan tipenya." Meskipun benar bahwa Apo bahkan tidak meliriknya, Chonlada tidak ingin menekankan kesalahan strategisnya lebih jauh lagi. Sejak dia memulai ini, dia harus percaya pada dirinya sendiri. Jika tidak melalui cinta, maka melalui strategi. "Aku tidak akan menyerah begitu mudah, Apo!" #The Elemen #4theelemen #freenbecky #theidolfactory #engfa #charlot
Mars & Venus by NoirCyver
NoirCyver
  • WpView
    Reads 12,441
  • WpVote
    Votes 945
  • WpPart
    Parts 26
"Kita berdua hanya akan berakhir dengan saling menyakiti jika kamu terus memaksakan untuk kembali bersama. Kepribadian dan sifat kita sangat bertolak belakang, seperti dua sisi kutub pada satu magnet. Kesamaan dari kita berdua hanyalah gender yang sama. Untuk itu, kumohon mengertilah. Sudah cukup di masa yang lalu kita saling menyakiti."
mi Amor by NoirCyver
NoirCyver
  • WpView
    Reads 56,965
  • WpVote
    Votes 4,936
  • WpPart
    Parts 46
10 tahun berlalu, ternyata tidak mampu menghapus semua kenangan, semua rasa dan kerinduan
My First Love's Second Life by NoirCyver
NoirCyver
  • WpView
    Reads 105,107
  • WpVote
    Votes 8,742
  • WpPart
    Parts 52
"Hai gadis kecil, siapa namamu ?" tanyaku pada gadis kecil yang menarik minatku ini. "Namaku, Flot. Tapi Mommy berkata aku tidak boleh bicara dengan orang asing." sahut si kecil yang menggemaskan ini. "Hahaha..anak pintar. Nama aunty, Engfa. Sekarang kita teman. Dimana rumahmu ? Aunty akan mengantarkanmu pulang." "Aku tinggal di cafe itu." tunjuk si kecil pada sebuah cafe bercat putih dengan desain minimalis. ***Engfa Waraha*** "Tringgg." lonceng kecil dari pintu masuk cafe berbunyi, pertanda ada tamu baru yang datang. "Selamat datang di Sunflower Cafe." sambutku dengan ramah sembari membersihkan meja kasir yang sedikit berantakan. "Selamat siang, permisi saya datang kesini untuk mengantarkan gadis kecil ini." terdengar suara seorang wanita yang sepertinya sangat akrab bagiku. Ini seperti suaranya, tidak mungkin ini dia. Aku segera menoleh ke asal suara dann.. Tidak mungkin, ini benar dia. Akhirnya dia menemukan kami. ***Charlotte Austin*** Disclaimer : cerita ini hanya fiksi