sxavix
- Reads 72,766
- Votes 195
- Parts 18
Di sebuah desa kecil, Dimas tumbuh sebagai anak sederhana dengan mimpi besar. Saat ia diterima kuliah di kota, ia percaya bahwa yang akan ia hadapi hanyalah tugas, organisasi, dan kerasnya hidup perantauan.
Namun ia tak pernah menyangka bahwa tempat tinggal barunya akan menjadi awal dari cerita yang jauh lebih rumit.
Kos sederhana di gang sempit itu dimiliki oleh Tante Ernie.
perempuan dewasa yang hangat, ramah, dan penuh perhatian.
Awalnya, Dimas merasa beruntung memiliki sosok yang memperlakukannya seperti anak sendiri. Sering ditanya sudah makan atau belum. Selalu dimasakan ketika ia pulang.
Tapi perhatian yang terlalu sering bisa berubah menjadi keterikatan.
Keterikatan bisa berubah menjadi ketergantungan.
Dan ketergantungan... bisa melahirkan hasrat yang tak pernah direncanakan.
Dimas mulai menyadari bahwa batas antara kasih sayang dan godaan semakin kabur.
Apakah ia hanya anak perantauan yang dirawat dengan tulus?
Atau tanpa sadar ia telah menjadi pusat dari perhatian yang perlahan melampaui batas?
Pintu yang Selalu Terbuka adalah kisah tentang kesepian, kebutuhan akan kedekatan, dan garis tipis antara perhatian dan rayuan-sebuah perjalanan emosional yang tumbuh pelan, tapi pasti, di balik pintu kos.