💤
6 historias
MERAYAKAN KESEDIHAN  por Lilpudu
Lilpudu
  • WpView
    LECTURAS 96,027
  • WpVote
    Votos 9,840
  • WpPart
    Partes 6
[PREVIEW] Sebuah kisah yang ditulis dari sudut pandang raga-raga yang tersisa. Untukmu, untuk raga yang telah pergi. -Copyright, LILPUDU, 2023.
LAUT PASANG 3 por Lilpudu
Lilpudu
  • WpView
    LECTURAS 13,083
  • WpVote
    Votos 742
  • WpPart
    Partes 2
Tidak ada yang lebih melelahkan dari menjalani hidup layaknya orang mati. Sebab ternyata menjalani kehidupan setelah perpisahan, membuat Apta kehilangan minat untuk menjalani hidup layaknya manusia normal. Yang jika diberikan pilihan antara hidup dan mati, lelaki itu akan memilih opsi kedua. Sebab tidak ada yang namanya ketenangan di dunia, melainkan hanya khayalan semata.
LAUT SEBELUM PASANG por Lilpudu
Lilpudu
  • WpView
    LECTURAS 19,996
  • WpVote
    Votos 1,336
  • WpPart
    Partes 2
1988 adalah tahun dimana kebahagiaan masih menyelimuti keluarga Purnomo. Tahun dimana Ibu masih ada, sebelum bintang paling terang pergi keperaduannya. Copyright, Lilpudu, 2024.
Laut Pasang, 1994 (SEASON 2) por Lilpudu
Lilpudu
  • WpView
    LECTURAS 269,688
  • WpVote
    Votos 18,325
  • WpPart
    Partes 7
Karena sejatinya, semua manusia di bumi ini akan saling meninggalkan. Lebih tepatnya, semua tidak kekal. Manusia akan datang dan pergi. Begitu seterusnya. Copyright, -Lilpudu, 2023.
Laut pasang, 1994  por Lilpudu
Lilpudu
  • WpView
    LECTURAS 1,933,238
  • WpVote
    Votos 77,392
  • WpPart
    Partes 14
PART TIDAK LENGKAP. [Sudah dibukukan - Tersedia di Gramedia] Peristiwa yang menghancurkan seluruh kota dalam waktu singkat. 7 raga paling menyedihkan menjadi saksi bagaimana gilanya gelombang pasang malam itu. Malam terakhir penuh bintang, seindah senyuman ibu 6 tahun silam. "Apta! Esa! Pegang tangan Mas yang kenceng!" Copyright- Lilpudu, 2O22.
Dierja Gentala, 1997  por Lilpudu
Lilpudu
  • WpView
    LECTURAS 692,858
  • WpVote
    Votos 47,436
  • WpPart
    Partes 20
[Part Lengkap] Kehilangan kali ini adalah awal dari kerasnya hati dan kepalaku. Aku mendadak bisa menjadi monster yang paling menakutkan sekaligus mematikan untuk anak-anakku. Bahkan di saat mereka masih tak paham bagaimana cara semesta yang keji ini bekerja tanpa sosok ibu di dalamnya. "Nak, kalau bisa, cari saja Bapak yang lain, jangan bertahan dengan sosok Bapak seperti aku." "Bapak mu ini monster yang tidak punya hati." -Lilpudu Copyright, 2O22.