tihatti
- Reads 1,232
- Votes 131
- Parts 11
" Saya nak ajak Encik Zafeer berkahwin dengan saya." - Zara Nur Malika
Lapan patah perkataan, terdengar biasa namun itu adalah ayat yang paling luar biasa yang Zara Nur Malika pernah ucapkan. Mata miliknya terkebil-kebil menunggu jawapan dari si dia, meletakkan segunung harapan agar laki-laki ini berkata sudi namun...
"Mana ada perempuan lamar lelaki Nur" - Zafeer Ayman
" Ada, perempuan itu sayalah." - Zara Nur Malika
Zara Nur Malika, Zafeer Ayman mereka berdua bertemu disebabkan satu peristiwa hitam yang melanda hidup wanita itu, malang yang menimpa membuatkan hati milik Zafeer merasakan dia harus, dia perlu dan dia wajib melindungi wanita ini.
Aneh.
Pelik.
Itu yang Zafeer rasakan saat dia bersama wanita itu, dengan Nur dia lebih hidup, dengan Nur hati sebeku kutub utara itu cair dilanda musim panas yang hangat dan dengan Nur dirinya mampu tersenyum tanpa batasan emosi yang mencengkam jiwa yang mati.
Ini kisah cinta yang manis, kisah cinta yang agak pelik dan mungkin juga kisah cinta yang penuh dengan genre yang bukan sekadar romantis namun kisah ini yang melengkapkan mereka berdua.
" Dah kenapa pula Nur ajak saya jadi suami Nur?" - Zafeer Ayman
" Sebab saya dengan Encik Zafeer sama-sama gatal." - Zara Nur Malika
" Jadi bila gatal, solusinya hanya satu dengan berkahwin." - Zara Nur Malika
Dan apabila mata buta akan cinta yang ada, ikutlah rasa di hati kerana hati itu tulus degupnya.
" Sempurna itu adalah dia." - Zafeer Ayman
" Bahagia yang dia kecapi adalah kegembiraan bagi aku."- Zafeer Ayman
" Semoga kisah cinta kita berakhir seperti dongeng di alam nyata."- Zafeer Ayman.