LunaBlaze_07
- Reads 1,723
- Votes 159
- Parts 51
"I shouldn't have fallen in love,
Look what it made me become,
I let you get too close,
Just to wake up alone..."
Dia melontarkan pemetik api itu. Nyala api melengkung di udara sebelum jatuh ke dalam minyak.
Arkan melangkah ke belakang, memerhati api merebak dengan rakus dan pantas-menjilat mayat-mayat, menghapuskan bukti, menelan segalanya tanpa belas.
"And I know you think you can run,
You're scared to believe I'm the one,
But I just can't let you go...
"I'd let the world burn,
Let the world burn for you,
This is how it always had to end,
If I can't have you then no one can..."
Arkan walked away dengan unhurried, flames reflected dalam eyes dia, face illuminated by destruction.
"I'd let it burn,
I'd let the world burn,
Just to hear you calling out my name,
Watching it all go down in flames..."
"Hassan, kau tahu apa harga yang kau bayar hari ni?"
Pagi itu, Arzalia dibawa ke sebuah bangunan mewah tanpa mengetahui bahawa dia bukan sekadar menemani ayahnya-
dia dibawa untuk diserahkan.
Di hadapan Arkan Zafran, Hassan Qistin membuat pilihan terakhir dalam hidupnya.
Bukan dengan suara, tetapi dengan tandatangan.
"Bapak... dokumen apa tu?"
"Bapak, jangan buat macam ni dekat Alia..."
Namun Hassan memilih diam.
Dia menjual anak perempuannya sendiri.
Menjual kebebasan.
Menjual Arzalia-seperti barang yang boleh ditukar dengan wang dan nyawa.
"Mulai saat ni, dia milik aku," kata Arkan dengan suara tenang yang tidak boleh dibantah.
Tangisan Arzalia tidak mengubah apa-apa.
Rayuannya tidak menghentikan langkah seorang ayah yang memilih untuk pergi.
"BAPAK! JANGAN TINGGALKAN ALIA!"
Pintu itu tertutup-dan bersama bunyinya, runtuhlah dunia Arzalia.
Namun sebelum dia jatuh sepenuhnya, seseorang menangkapnya.
Lelaki yang sepatutnya menjadi ketakutannya... memilih untuk memeluk.
Adakah Arzalia Qistin benar-benar telah kehilangan segalanya pada malam itu-
rumah, keluarga, dan satu-satunya tempat yang sepatutnya melindunginya?