Trisya1812
"Satu denyut, satu rasa. Jika semesta memberimu luka, biarkan aku membagi separuhnya."
Bagi dunia, Adam dan Anugrah hanyalah sepasang anak kembar biasa yang tumbuh di dinginnya kota Bandung. Namun di balik dinding rumah yang sunyi, mereka adalah dua jiwa yang dipaksa berbagi penderitaan yang sama. Adam adalah sang pelindung, sementara Anugrah adalah jiwanya yang rapuh.
Setelah kepergian Ibu, rumah yang dulunya hangat berubah menjadi medan tempur. Pak Dani, ayah yang seharusnya menjadi tempat mereka pulang, justru menjelma menjadi sosok asing yang hanya mengenal amarah. Setiap bentakan, setiap hantaman, dan setiap air mata menjadi rahasia yang terkunci rapat.
ketika Anugrah mulai kehilangan harapan dan ingin menyerah pada keadaan, mampukah Adam tetap tegak menjadi tiang penyangga?
Karena pada akhirnya, ini bukan hanya tentang bagaimana mereka disakiti, tapi tentang bagaimana mereka tetap menjadi "rumah" bagi satu sama lain saat dunia tak lagi memberikan ruang untuk mereka berteduh.