asti30mntyyy
Malam yang seharusnya menjadi puncak romansi itu berubah menjadi neraka dalam satu tarikan napas. Di bawah langit yang membisu, Juna Axreandru menjatuhkan vonisnya dengan suara sedingin es.
"Kita... selesai."
Evelyn Alleona Christy mematung. Bibirnya masih terasa hangat oleh ciuman Juna yang baru saja usai beberapa detik lalu-ciuman yang ia pikir adalah tanda cinta, namun ternyata adalah salam perpisahan yang paling kejam.
"Maksud lo apa?" Evelyn menuntut penjelasan, suaranya bergetar hebat. "Baru aja lo nyium gue, Juna! Lo nyium gue, terus sekarang minta putus?! Otak lo di mana?!"
Juna berdiri tegap, tatapan matanya yang mengintimidasi selalu berhasil membuat Evelyn bungkam, tapi tidak kali ini. Evelyn butuh alasan. Namun, Juna justru memberikan alasan yang lebih menyakitkan daripada pengkhianatan mana pun.
"Gue bosen sama lo. Dan..." Juna menjeda kalimatnya, menatap Evelyn dengan tatapan meremehkan yang menghancurkan harga diri gadis itu hingga ke dasar.
"Ciuman lo... nggak enak."
*Plakk!*
Tamparan keras mendarat di pipi Juna, meninggalkan rasa panas yang tak sebanding dengan hancurnya hati Evelyn.
"Juna Axreandru, lo bener-bener brengsek!"
"Nggak usah sok suci," balas Juna santai, bibirnya mendecih meremehkan emosi Evelyn yang meluap. "Gue tahu lo juga pernah ciuman sama orang lain sebelum gue, kan?"
Harga diri Evelyn terjun bebas. Di depan pria yang pernah ia cintai, ia merasa tak lebih dari sekadar mainan yang sudah habis masa pakainya. Dengan sisa keberanian yang ia punya, Evelyn membalas tatapan tajam itu.
"Oke. Kita selesai. Jangan pernah ganggu gue lagi, dan jangan pernah muncul di depan muka gue lagi seumur hidup lo!"
Evelyn pergi dengan dendam yang membara, tanpa menyadari bahwa di balik kata-kata kasar dan hinaan "ciuman nggak enak" itu, Juna sedang menyembunyikan sebuah rahasia besar yang sanggup menghancurkan mereka berdua jika hubungan mereka terus berlanjut.