wrstaa
- Reads 10,501
- Votes 785
- Parts 27
⚠️ WARNING 13+, ABUSE, BULLYING, HARSH WORD. PLEASE BE WISE IF YOU READ THIS STORY!!! ⚠️
Mahesa Chandra Nandini dikenal sebagai "pembalap tanpa rem", seorang remaja yang melarikan diri dari duka kehilangan ayahnya melalui balapan liar di malam hari. Bukan kenakalan yang ia cari, melainkan cara untuk membungkam kesunyian yang terus menghantuinya.
Namun, luka itu semakin dalam ketika hubungannya dengan sang ibu memburuk hingga akhirnya ia "dibuang" ke Yogyakarta untuk tinggal bersama neneknya. Ironisnya, kepulangannya justru bertepatan dengan kepergian sang nenek, membuat Chandra kembali kehilangan sosok tempat bersandar.
Di kota yang terasa asing itu, Chandra tinggal bersama Nararya, anak angkat neneknya sekaligus sahabat lama ayahnya. Di tengah luka yang belum sembuh, ia mencoba bertahan-menjalani hari seperti bayangan tanpa arah, menahan sakit yang tak pernah benar-benar hilang. Meski dikenal sabar dan kuat, kenyataannya Chandra hanyalah seorang pemuda yang perlahan rapuh oleh kehilangan dan penolakan, bahkan dari ibunya sendiri.
Dalam perjalanan yang penuh lika-liku, Chandra berusaha menemukan seseorang yang bisa menjadi tempatnya pulang-sebuah pencarian yang terasa sesulit menemukan mutiara di dasar lautan. Namun, di tengah keputusasaan, ia dipertemukan dengan sosok yang mampu memahami dan menerima dirinya apa adanya. Dari sanalah Chandra mulai belajar bahwa hidup bukan hanya tentang bertahan dari luka, tetapi juga tentang berani menghadapi kenyataan dan membuka diri pada harapan baru.
Kini, di persimpangan antara menyerah atau bangkit, Chandra dihadapkan pada pilihan: terus tenggelam dalam kesedihan atau melawan takdir untuk menemukan arti hidup yang sesungguhnya.