capek_161207
- Reads 2,709
- Votes 500
- Parts 31
Bagi kant kanaphan, gairah adalah hal yang mati. Di tengah kemewahan bar dan desakan teman temannya untuk memilih pendamping malam, ia hanya merasakan kebosanan yang hambar. Tak ada pria atau wanita yang mampu menyentuh sisi gelapnya, apalagi memuaskannya.
Namun, suasana pecah saat seorang anak laki-laki berteriak histeris. Dijual oleh orang tuanya sendiri untuk melunasi hutang, anak itu memberontak, menantang maut di tengah kepungan predator.
Di antara kebisingan itu, sang penguasa mafia akhirnya menemukan sesuatu yang nyata. Bukan nafsu dangkal, melainkan api pemberontakan yang menyulut kembali detak jantungnya yang dingin. Malam itu, ia tidak membeli kesenangan ia membeli sebuah perlawanan.
"Satu-satunya hal yang lebih menarik dari kepatuhan adalah jiwa yang menolak untuk patah."