jeyfina
- Reads 2,151
- Votes 582
- Parts 33
"Di lapangan, aku adalah kapten yang harus menang. Tapi di depanmu, aku hanyalah Sean yang selalu butuh alasan untuk pulang."
Sean Arutala Mahendra adalah definisi kesempurnaan yang dingin di SMA Garuda. Sebagai kapten tim basket nasional junior dengan masa depan gemilang, ia hidup di bawah ekspektasi besar ayahnya dan pemujaan satu sekolah. Baginya, hidup adalah tentang kompetisi, aturan, dan kemenangan. Sampai ia bertemu dengan Aurora Sheanza.
Aurora adalah "Bintang Utara" yang tenang. Seorang gadis pendiam dengan bakat melukis luar biasa yang lebih suka menghabiskan waktu di galeri seni daripada di tengah riuh lapangan basket. Ia adalah satu-satunya orang yang berani menatap mata tajam Sean tanpa rasa takut, dan satu-satunya yang bisa melihat kerapuhan di balik pundak kokoh sang kapten.
Namun, mencintai seorang Arutala tidaklah mudah. Aurora harus berhadapan dengan teritorial Sean yang posesif, ancaman dari masa lalu, hingga perubahan fase kehidupan yang membuat benteng tinggi diantara keduanya.
Ini bukan sekadar cerita tentang basket dan lukisan. Ini tentang dua jiwa yang mencari arah di tengah tekanan dunia remaja, tentang janji yang diikat di atas motor sport hitam, dan tentang pembuktian bahwa bagi Sean, dunia mungkin luas-tapi rumahnya hanya satu: Aurora.