Lyx
3 stories
Heart Beats by Lyyyyyxz_5
Lyyyyyxz_5
  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 17
Bagi murid-murid Oakridge High School, Nathanael adalah mimpi buruk berwujud manusia tampan. Dianggap monster, Nathanael hidup dalam kutukan penolakan. Dunia hanya melihat kekejaman dan aura kegelapan yang memancar darinya, tanpa pernah mau memahami kekosongan di jiwanya. Bagi mereka, ia adalah makhluk tidak berhati yang pantas dikutuk dan dijauhkan. Namun, di balik tatapan matanya yang sedingin es, tersimpan sebuah rahasia kelam yang terkubur rapat sejak hari pertamanya bernapas di dunia. Nathanael tidak terlahir sebagai monster; ia diciptakan oleh tragedi. Saat masih bayi. Ia tumbuh besar dalam kesunyian, ditemani rasa sakit batin yang terus menggerogoti. Ini bukan sekadar kisah tentang kekejaman seorang monster, melainkan sebuah perjalanan sunyi tentang jiwa yang hancur, dendam yang membara tetapi binggung hendak membalasnya kepada siapa. Segalanya berubah saat ia bersinggungan dengan Axella. Mereka adalah dua paradoks yang berjalan di koridor yang sama. Tetapi malam di matanya runtuh ketika Axella menatapnya. Bukan tatapan penuh penghakiman, kepalsuan dan tatapan memuja yang menjijikkan seperti yang biasa ia telan mentah dari orang-orang, melainkan sebuah sorot mata yang menembus langsung ke dalam jiwanya, seolah gadis itu mampu membaca setiap luka tanpa ia perlu bersuara. Penasaran? Cerita murni karya sendiri. Novel aku ini jalan ceritanya slowmo ya, jadi nggak ada sat-set ending. ❗⚠️ Cerita ini mengandung trauma. Nggak percaya? Baca aja dulu. Visual Karakter artis/aktor yang digunakan untuk memperkuat cerita ini tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan pribadi para artis/aktor tersebut. 🙏🏼
ZEINRA by Lyyyyyxz_5
Lyyyyyxz_5
  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 8
Murni karya sendiri, hadirnya karena gabut. Gerimis malam itu menempel di kaca jendela kafe, menyamarkan lampu-lampu jalanan kota yang mulai sepi. Di sudut ruangan, keheningan di antara mereka berdua terasa lebih pekat daripada kopi yang mulai mendingin. Laki-laki itu meletakkan cangkirnya dengan hentakan kecil. Matanya lurus menatap lintasan emosi yang terkunci rapat di wajah gadis itu. Dia lelah menebak-nebak makna di balik setiap diamnya. "Sumpah, kadang gue pengen, buka otak lo buat liat isinya apa?" Suara lelaki itu bergetar, sarat akan frustrasi yang sudah lama menumpuk. Tatapannya tajam menuntut kejelasan, seolah ingin menembus sekat tebal yang selalu gadis itu bangun. Gadis itu tidak langsung menjawab. Dia hanya membalas tatapan itu dengan sepasang mata yang tampak lelah, namun luar biasa dalam. Ada kilat peringatan yang sunyi di sana. "Jangan. Berantakan." Kalimat itu diucapkan dengan nada datar, hampir berbisik. Namun, tatapan lelaki itu terkunci pada manik mata gadis itu, memperlihatkan sekilas kekacauan batin yang selama ini dia sembunyikan rapat-rapat. Dia tidak sedang bercanda; matanya memohon agar gadis itu tidak melangkah lebih jauh ke dalam teritorinya yang hancur. Lelaki itu memajukan tubuhnya, menolak untuk mundur lagi seperti biasanya. "Gue serius." "Gue lebih serius." Gadis itu menjawab tanpa berkedip sedikit pun. Suasana di antara mereka mendadak membeku. Dalam detik-detik yang panjang itu, tatapan mereka saling mengunci-sebuah pertarungan tanpa kata antara seseorang yang mendamba jawaban dan seseorang yang mati-matian melindungi luka agar tidak melukai orang lain. Penasaran baca aja.
Snooze (aku ingin tidur sejenak)  by Lyyyyyxz_5
Lyyyyyxz_5
  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
Penasaran baca aja Cerita murni karya sendiri.