Xuzolga8
Tidak semua pertemuan datang dengan suara yang besar.
Ada yang hanya dimulai dari sebuah pintu yang terbuka setiap malam, pakaian yang ditinggalkan di meja kasir, dan percakapan singkat yang bahkan tidak dianggap penting.
Damien tidak pernah menyangka bahwa rutinitas sederhana di sebuah laundry akan membuatnya mengingat seseorang lebih lama dari yang seharusnya.
Vincent juga tidak pernah menyangka bahwa seorang penjaga laundry yang awalnya hanya ia kenal sebagai seseorang yang selalu berada di balik meja kasir perlahan menjadi bagian kecil dari hari-harinya.
Mereka tidak bertemu setiap hari.
Hanya tiga hari sekali.
Datang. Menaruh pakaian. Berbicara seperlunya. Lalu pergi.
Sesederhana itu.
Setidaknya, pada awalnya.
Di luar laundry, kehidupan mereka tetap berjalan seperti biasa.
Damien masih harus membagi waktu antara kuliah Fakultas Pertanian, pekerjaan malam, dan kehidupan yang sudah ia jalani sejak lama bersama Elena-perempuan yang telah menemaninya sejak masa sekolah.
Vincent pun memiliki kehidupannya sendiri. Kuliah Teknik Alat Berat, organisasi kampus, pekerjaan yang membuatnya sering pergi ke luar kota, dan Celeste-perempuan yang sudah dua tahun menjadi bagian penting dalam hidupnya.
Dua laki-laki.
Dua hubungan.
Dua kehidupan yang seharusnya berjalan pada jalurnya masing-masing.
Namun, terkadang hidup mempertemukan seseorang bukan karena kita sedang mencarinya.
Melainkan karena ada sesuatu yang belum kita pahami.
Sesuatu yang awalnya terasa seperti kebetulan.
Kemudian berubah menjadi kebiasaan.
Dan tanpa sadar...
menjadi sesuatu yang dirindukan.
Karena ternyata, ada pertemuan yang hanya membutuhkan waktu tiga hari sekali untuk mengubah banyak hal.