reanaclayfton
- Reads 205
- Votes 39
- Parts 13
"...kalau begitu jangan disini lagi ketemuannya. Di alun-alun saja. Gimana?"
Jingga Rumi tidak pernah menyangka bahwa satu buku yang tertinggal di toko akan membawanya pada pertemuan-pertemuan berikutnya dengan seorang taruna Akademi Militer bernama Teddy Adhitya.
Di sudut-sudut kota Magelang, di antara sepeda kumbang, toko buku, dan langit senja yang perlahan memerah, Jingga mulai mengenal sosok Teddy-lelaki dengan lesung pipi manis, gombalan sederhana, dan tatapan hangat yang diam-diam membuat hatinya berantakan.
Namun semakin jauh langkah mereka berjalan, semakin Jingga sadar bahwa dirinya dan Teddy berdiri di dua dunia yang berbeda. Teddy adalah calon abdi negara dengan masa depan yang tinggi menjulang, sementara Jingga hanyalah gadis biasa yang senang menghabiskan waktu di antara lembar-lembar buku dan aroma hujan sore.
Hingga akhirnya jarak datang lebih dulu daripada keberanian untuk saling menggenggam.
Saat Teddy ditugaskan ke Papua selama dua tahun lamanya, Jingga mulai memahami satu hal, terkadang, pertemuan paling indah dalam hidup justru menjadi awal dari perpisahan yang tak pernah benar-benar siap diterima.