Lazy_Monkey2
- Reads 924
- Votes 160
- Parts 5
Di antara akar dan cabang Yggdrasil, pohon agung yang menopang sembilan alam kerajaan--tertulis takdir yang tidak dapat dihindari. Sejak zaman purba, kesombongan para dewa Asgardr telah memicu peperangan dari berbagai pihak. Raksasa di Jotunheimr ikut menantang semua kerajaan yang menganggap diri mereka paling berhak atas dunia, sementara di lembah hijau Vanaheimr-para penguasa sihir menolak untuk tunduk, dan cahaya Alfheimr mulai pudar, dimana manusia-penghuni Midgardr-menjadi ras paling lemah, ditundukkan hingga menjadi budak.
Namun Yggdrasil tidak diam. Pada malam ketika sembilan kerajaan saling berperang dan menyerang satu sama lain, tiga perempuan abadi mendengar getaran dari dasar pohon Yggdrasil. Dari getaran itulah muncul sebuah ramalan yang mengguncang alam atas, tengah, hingga dunia bawah:
"Akan lahir seorang anak dari darah hina, membawa benih dan juga wadah di dalam dirinya. Ia memiliki tubuh yang menampung dua kemungkinan, dua jalan, dua kekuatan-seperti akar yang dapat melahirkan kehidupan, dan seperti cabang yang mampu menaungi segalanya. Kelahirannya adalah anomali...sesuatu yang hanya dapat terjadi bila langit dan dunia bawah saling bersinggungan."
Di antara kejayaan Asgardr yang angkuh dan kegelapan Midgardr yang tertindas, takdir itu mulai bergerak. Bukan tentang mereka yang terlahir untuk berkuasa, melainkan tentang mereka yang tidak pernah diinginkan oleh dunia.
Ini adalah kisah tentang ramalan yang menggetarkan Yggdrasil, tentang peperangan yang memecah sembilan kerajaan, dan tentang perlawanan dari mereka yang dianggap tak berarti.
Dan ini adalah kisah perjalanan seorang putri setengah manusia dan dewa; yang memilih sayapnya sendiri. Juga tentang anak ramalan yang akan mengubah segalanya.