Landoporis13
- LETTURE 360
- Voti 76
- Parti 3
Di antara deru mesin Bobber Benelli dan sunyinya jalanan Bandung, Reyliam Alexander Gitovaska mencari sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan saham perusahaan ayahnya: sebuah arti tentang keberadaan. Terlahir dalam pelukan dinasti Gitovaska yang agung, Liam bukanlah pangeran yang kesepian di menara gading. Ia adalah pemuda yang tumbuh dalam kehangatan cinta orang tua yang tulus, sebuah anomali di dunia konglomerat yang biasanya dingin dan penuh intrik. Namun, kasih sayang yang melimpah itu justru membuatnya merasa berhutang pada dunia untuk menemukan jati dirinya sendiri.
Abigail Rachelia Lienata atau Aralie, adalah perwujudan dari doa-doa yang tak sengaja terucap di sudut jalan Braga. Gadis itu adalah pendar cahaya di sela gedung tua, sebuah kekacauan yang manis yang hidup dalam ritme seni dan kopi.
Pertemuan mereka di Braga Art Caffe bukanlah sekadar tabrakan fisik. Itu adalah benturan dua semesta. Liam yang terbiasa dengan kepastian, tiba-tiba harus berhadapan dengan Aralie-gadis yang membuat jantungnya berdetak dengan frekuensi yang tak pernah ia pelajari dalam buku bisnis mana pun. Ini adalah kisah tentang Liam yang belajar bahwa rumah bukan sekadar bangunan megah, dan Aralie yang menyadari bahwa di balik tatapan sedingin es, tersimpan kehangatan yang mampu mencairkan seluruh lukanya. Di bawah langit Bandung yang romantis sekaligus melankolis, mereka menulis sebuah simfoni tentang pertemuan, pengorbanan, dan cinta yang tumbuh di antara garis nasib yang berbeda.
BxG